ALIRAN DALAM SASTRA

Posted: Oktober 2, 2010 in Pendidikan

Aliran sastra di Indonesia sangat banyak yang dianut oleh para sastrawan. Diantaranya aliran supernaturalisme, idealism, naturalisme, materialisme dan lain sebagainya. Karya yang mendasari pandangan seorang sastrawan dalam mengarang sebuah karya sastra .

Dengan beberapa aliran ini, pembaca dapat melihat bahkan menganalisis sebuah karya sastra itu mengikuti aliran apa tanpa harus hidup pada zaman karya sastra itu dibuat.

A. Supernaturalisme dan naturalisme serta idealisme dan materialisme

Istilah-istilah naturalis, materalis dan idealis adalah istilah-istilah yang digunakan di kalangan ilmu filsafat sebagai suatu faham pandangan atau falsafah hidup yang akhirnya di kalangan ilmu sastra merupakan aliran yang dianut oleh seseorang dalam menghasilkan karyanya. Aliran dalam karya sastra biasanya terlihat pada periode tertentu. Setiap periode sastra biasanya ditandai oleh aliran yang dianut para pengarang di masa itu. Bahkan unsur aliran yang sebagai mode pada periode tertentu merupakan ciri khas karya sastra pada masa tersebut.

Aliran dibagi berdasarkan filosof dalam menghadapi alam semesta

1. Supernaturalisme
Yuyun sunasumantri (1997: 64) mengartikan supernaturalisme sebagai pandangan yang mengatakan bahwa di alam ini terdapat wujud-wujud yang bersifat gaib, yang bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dari pada alam yang nyata. Wujud-wujud ini yang mengatur alam sehingga menjadi alam yang di tempati saat ni.
Kepercayaan animisme merupakan kepercayaan yang berpangkal pada paham supernaturalisme ini di mana manusia percaya terhadap adanya roh-roh yang bersifat gaib yang berada pada benda-benda di lingkungan mereka sekitarnya seperti batu, air terjun, dan pohon-pohon besar, serta mempunyai kekuatan untuk mengatur kehidupan di alam ini (dinamisme). Animisme dan dinamisme ini merupakan kepercayaan yang paling tua usianya dalam sejarah perkembangan kebudayaan manusia dan masih dianut oleh beberapa masyarakat di muka bumi ini.

2. Naturalisme
Sebagai lawan dari supernaturalisme adalah naturalisme. Paham naturalisme menolak paham yang menyatakan bahwa terdapat wujud-wujud yang bersifat gaib, yang besifat supernatural yang mengatur kehidupan ini. Paham ini mengemukakan bahwa gejala-gejala alam yang terlihat ini terjadi karena kekuatan yang terdapat di dalam alam itu sendiri yang dapat dipelajari, sehingga dengan demikian dapat diketahui. Selanjutnya paham ini mengemukakan bahwa dunia ini sama sekali bergantung pada materi, kebendaan, dan bergerak. Kenyataan pokok dalam kehidupan dan akhir kehidupan adalah materi atau benda, di luar itu tidak perlu dicari apa-apa.

Pada bidang seni, ada dua aliran besar yang mempunyai karakteristik yang berbeda

1. Idealisme
Idealisme adalah aliran yang menilai tinggi angan-angan (idea) dan cita-cita (ideal) sebagai hasil perasaan daripada dunia nyata. Aliran ini dikemukakan oleh Socrates (469-399 SM) yang dilanjutkan oleh muridnya yang bernama plato (427-347 SM).
Dalam bidng seni rupa pelukis yang beraliran idealisme cenderung lebih suka mewujudkan benda-benda sebaik mungkin daripada apa adanya. Dalam ilmu kesusilaan idealisme mengandung pandangan hidup di mana rohani mewujudkan kekuatan yang berkuasa dan menjelaskan bahwa semua benda di dalam alam dan pengalaman adalah perwujudan pikiran pandangan yang nyata.

2. Materialisme
Lawan aliran idealisme adalah aliran materialisme. Aliran ini mengemukakan bahwa dunia sama sekali bergantung pada materi dan gerak. Ajaran ini sudah dikemukakan oleh Democrates pada abad ke-4 SM, yang mengatakan bahwa semua kejadian yang gaib, dan ajaib di alam ini digerakkan oleh atom dan keluasan geraknya. Tidak ada kekuatan gaib yang bersifat supernatural yang mengatur kehidupan ini.
Di dalam bidang seni, seni rupa dan seni pahat, aliran materialisme atau naturalisme ini disebut juga dengan aliran realisme, yaitu bentuk lukisan yang diciptakan menurut keadaan alam yang sebenarnya yang berdasarkan atas faktor-faktor perspektif, proporsi, warna, sinar, dan bayangan. Sedangkan di dalam seni sastra aliran materialisme atau naturalisme ini merupakan kelanjutan dari aliran realisme.

B. Aliran idealisme dan Aliran Lainnya dalam Karya Sastra

A. Idealisme
Aliran idealisme adalah aliran di dalam filsafat yang mengemukakan bahwa dunia ide dunia cita-cita dunia harapan adalah dunia utama yang dituju dalam pemikiran manusia. Dalam dunia sastra idealisme berarti aliran yang menggambarkan dunia yang dicita-citakan. Dalam idealisme sesuatu yang diangankan bukanlah dunia kebendaan atau materi tetapi dunia harapan yang masih abstrak dan jauh jangka waktunya.
Pada masa Pujangga Baru, sastrawan Indonesia dikenal sebagai seorang yang idealis baik di dalam novel maupun puisinya ialah Sutan Takdir Alisyahban (STA). Dalam novelnya, antara lain Layar Terkembang, STA mengemukakan harapannya terhadap masa depan kaum wanita yang ideal sebagai wanita yang punya harkat dan martabat di mata kaumnya dan lingkungannya. STA juga tidak ingin wanita hanya sebagai makhluk yang lemah.

B. Romantisme
Aliran romantisme ini menekankan kepada ungkapan perasaan sebagai dasar perwujudan pemikiran pengarang sehingga pembaca tersentuh emosinya setelah membaca ungkapan perasaannya. Untuk mewujudkan pemikirannya, pengarang menggunakan bentuk pengungkapan yang seindah-indahnya dan sempurna-sempurnanya. Aliran romantisme biasanya dikaitkan dengan masalah cinta memang membangkitkan emosi tetapi anggapan demikian tidaklah selamanya benar.

C. Simbolisme
Simbolisme adalah aliran kesustraan yang penyajian tokoh-tokohnya bukan manusia melainkan binatang, atau benda-benda lainnya seperti tumbuhan-tumbuhan yang disimbolkan sebagai perilaku manusia. Binatang Binatang atau tumbuhan diperlakukan sebagai manusia yang dapat bertindak, berbicara, berkomunikasi, berpikir, berpendapat sebagaimana halnya manusia.
Kehadiran karya sastra yang beraliran simbolisme ini biasanya ditentukan oleh situasi yang tidak mendukung pencerita atau pengarang berbicara. Pada masyarakat lama, misalnya dimana kebebasan berbicara dibatasi oleh aturan etika moral yang mengikat kebersamaan dalam kelompok masyarakat, pandangan dan pendapat mereka disalurkan melalui bentuk-bentuk peribahasa atau fabel.

D. Ekspresionisme
Aliran ekspresionisme adalah aliran dalam karya seni yang mementingkan curahan batin atau curahan jiwa dan tidak mementingkan peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian yang nyata. Ekspresi batin yang keras dan meledak-ledakbiasa dianggap sebagai pernyataan atau sikap pengarang. Aliran ini mula-mula berkembang di Jerman sebelum Perang dunia I, pengarang indonesia yang dianggap ekspresionis ialah Chairil Anwar.

E. Mistisisme
Aliran dalam kesustraan yang mengacu pada pemikiran mistik, yaitu pemikiran yang berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan yang meliputi segala hal yang ada di alam ini. Karya sastra yang beraliran mistisisme ini memperlihatkan karya yang mencari penyatuan diri dengan Tuhan. Pada masa kesusastraan klasik dikenal Raja Ali Haji dengan gurindam dua belasnya yang sarat dengan mistik.

F. Surealisme
Aliran di dalam kesusastraan yang banyak melukiskan kehidupan dan pembicaraan alam bawah sadar, alam mimpi segala peristiwa yang dilukiskan terjadi dalam waktu bersamaan dan serentak

C. Realisme dan Aliran Lainnya Dalam Karya Sastra

A. Realisme
Realisme adalah aliran yang berusaha melukiskan suatu objek seperti apa adanya pengarang berperan secara objektif. Dalam keobjektifannya ia melihat keindahan objek yang dibidiknya dan dihasilkan dalam karya sastra pengarang tidak memasukkan ide, pikiran, tanggapan dalam menghadapi objeknya. Aliran realisme ini muncul sebagai pengaruh positiuisme dari August comte yang menekankan pentingnya sosiologi untuk menciptakan karya seninya, seniman realis selalu mengadakan pengamatan dan penghayatan dengan cermat terhadap masyarakat sebagai obyek karyanya. Dari pemikiran ini di dalam karya sastra terdapat aliran realisme sosialis yang menekankan kepada realita kehidupan masyarakat sebagai pusat cerita.

B. Impresionisme
Impresionalisme berarti aliran dalam bidang seni sastra, seni lukis, seni musik yang lebih mengutamakan pesan tentang suatu obyek yang diamati dari pada wujud objek itu sendiri. Di bidang seni lukis aliran ini bermula di Prancis pada akhir abad ke-19. Mereka menggambarkan secara langsung kesan permulaan tentang obyek yang diamatinya dengan menggunakan warna-warna tertentu. Objek tersebut menjadi cemerlang yang pada impresionisme yang dipentingkan adalah kesan yang diperoleh tentang obyek yang diamati penulis. Selanjutnya, kesan awal yang diperoleh oleh pengarang diolah dan dideskripskan menjadi visi pengarang yang sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu.
Karya sastra yang beraliran impresionalisme pada umumnya pada masa angkatan pujangga baru, masa Jepang yang pada masa itu kebebasan berekspresi tentang cita-cita, harapan , ide belum dapat disalurkan secara terbuka. Semua idealisme melalui bentuk yang halus yang maknanya terselubung. Gaya impresif juga sudah merupakan gaya pengarang di dalam penyampaian idenya.
Pengarang Indonesia yang karyanya bersifat impresif antara lain ialah Sanusi pane, dengan puisinya “Candi, teratai, sungai, Abdul Hadi W.M; dan W.S Rendra.

C. Naturalisme
Aliran naturalisme adalah aliran yang mengungkapkan bahwa fenomena alam yang nyata ini terjadi karena kekuatan alam itu sendiri yang berinteraksi sesamanya. Dalam karya sastra aliran naturalisme adalah aliran yang menampilkan peristiwa sebagaimana adanya. Naturalisme menampilkan obyek apa adanya tetapi cenderung ke arah kesan yang negatif seperti kemesuman, kekerasan, pornografi, kebusukan ketidakadilan dan hal-hal yang lain yang menimbulkan kesan yang tidak menyenangkan.
Di Indonesia pengarang yang beraliran Naturalisme Amrijen pane, Montique Busye, dan Ayu Utami.

D. Determinisme
Determinisme adalah aliran dalam kesusastraan yang merupakan cabang dari naturalism, yakni suatu aliran yang menekankan kepada takdir sebagai bagian dari kehidupan manusia yang ditentukan oleh unsur biologis dan lingkungan.
Takdir yang dialami manusia bukanlah takdir yang ditentukan Tuhan melainkan takdir yang menimpa nasib kita adalah faktor keturunan dan lingkungan yang mempengaruhinya.
Penganut aliran ini berangkat dari faham materialisme mereka tidak percaya tuhan yang menentukan nasib buruk dan baik manusia.

D. Eksistensialisme dalam karya sastra

Aliran eksistensi adalah aliran yang muncul dari ketidakpuasan terhadap dikotomi aliran idealisme dan materialisme dalam memaknai kehidupan ini. Orang yang menganut aliran ini berpendapat bahwa salah satu watak keberadaan manusia adalah rasa takut yang datang dari kesadaran tentang wujudnya di dunia ini.
Karena ekstensialisme ini adalah ide tentang keberadaan manusia, maka aliran ini tidak mementingkan gaya bahasa yang khas yang mencerminkan aliran tertentu melainkan menekankan kepada pandangan pengarang terhadap kehidupan dan keberadaan manusia.
Dalam perkembangannya kemudian eksistensialisme berkembang menjadi dua jalur yaitu eksistensialisme yang atheistis dan ekstensialisme yang theistis. Yang dikembangkan Jean Paul Sastre dan Gabriel Marcel.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s