Mengunjungi Keunikan Danau di Dunia

Posted: April 21, 2013 in Life Style dan Hiburan

Lago HillierMengenal keindahan alam tidak hanya terbatas pada alam pegunungan atau pantai belaka. Di dunia ini, masih banyak berbagai panorama alam yang patut Anda nikmati. Mulai dari yang paling aneh, unik, sekaligus mengagumkan untuk dilihat. Memang akan lebih menarik jika ada fenomena alam yang menyajikan keindahan tetapi tidak masuk logika. Dan fenomena alam tersebut benar adanya.

Bagi Anda yang suka mengunjungi danau unik, tidak ada salahnya mengintip Danau Hillier yang terletak di tengah pulau bernama Recherche, tepatnya di Australia Barat. Tetapi setelah kesana, Anda jangan berharap menemui danau yang airnya berwarna biru seperti danau kebanyakan. Karena disini Anda akan takjub melihat pemandangan air danau berwarna merah muda (pink) yang romantis. Warnanya yang memukau ini cukup membuat penumpang pesawat yang melintasi pulau melongok ke jendela untuk melihat danau yang mengandung garam tersebut. Daya tariknya membuat siapapun terpesona dan sulit mempercayainya.

Di sekeliling danau, masih ada hutan-hutan dengan dedaunan hijau yang segar. Danau yang memiliki luas sepanjang 600 meter dengan lebar 250 meter tersebut dikelilingi oleh pasir garam putih dan hutan lebat yang ditumbuhi pohon eucalyptus dan paperbark. Bukit-bukit pasir dan berbagai macam tumbuhan yang mengelilingi danau ini memisahkannya dari Samudra Selatan.

Keunikan warna Danau Hillier ini menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Mungkin bagi orang awam yang belum pernah melihat danau ini pasti akan mengira Danau Hillier sudah terkontaminasi oleh limbah, racun, dan sebagainya. Padahal, sebagian besar ahli menyebut bahwa warna merah yang ditimbulkan terbentuk secara alami.

Satu hipotesa menyebutkan bahwa warna merah muda Danau Hillier terjadi karena ada bakteri halofilik merah dan kerak garam yang terkandung di dalamnya. Spekulasi lainnya menyebut bahwa warna danau ini muncul dari pewarna yang diproduksi organisme Dunaliella salina, Halobacteria cutirubrum, dan Ganggang hijau yang hidup di dalamya.

Selain itu, air danau mencapai salinitas yang lebih tinggi daripada air laut. Suhu yang cukup tinggi dan kondisi pencahayaan yang memadai membuat ganggang mulai menumpuk dan menghasilkan pigmen merah beta karoten. Selain itu, Halobacteria merah muda tumbuh dalam kerak garam di dasar danau, dan warna danau adalah hasil dari keseimbangan antara Dunaliella salina dan Halobacteria.

Meski semua itu belum diputuskan sebagai penyebabnya namun sudah dipastikan warna pink itu bukan ilusi dan tetap pink saat ditempatkan dalam sebuah wadah.

Menurut catatan, Danau Hillier pertama kali ditemukan oleh Kapten Matthew Flinders, seorang navigator dan hydrographer asal Inggris dalam sebuah ekspedisi pada tahun 1802. Flinders menemukan danau ini ketika sedang mendaki pegunungan tertinggi di tengah Pulau (sekarang dikenal sebagai puncak Flinders) untuk melakukan survei perairan di sekitarnya. Saat itu lah ia menemukan danau merah muda kondisinya belum terjamah manusia.

Namun seiring berjalannya waktu, danau ini dijadikan sebuah tempat penghasil garam di wilayah Goldfields Esperance Australia Barat. Dengan letak danau yang strategis, yaitu 3 kilometer ke barat Esperance dan dibatasi ke timur oleh Pantai Selatan Highway, rasanya lokasi ini sangat baik untuk dijadikan ladang garam yang sempurna.

Di samping itu, danau ini semakin banyak dikunjungi wisatawan yang penasaran akan salah satu pemandangan keajaiban alam yang paling menakjubkan di Australia. Meskipun perairan dangkal dan telah dianggap aman untuk berenang, sebagian wisatawan enggan untuk masuk dan berenang di perairan yang tampak seperti susu stroberi.

Namun bagi Anda yang hobi berenang dan menginginkan sensasi berbeda, tidak ada salahnya mencoba berenang di danau merah muda ini. Kabar baik itu telah disampaikan oleh pihak Aussie. “Ini benar-benar danau garam saja, sangat aman untuk Anda yang ingin mencoba berenang. Tetapi danau ini mungkin akan terasa asin sekali,” ucap Braddley Slamm, pejabat teras dari Kementerian Pariwisata Australia.

Selain itu, ternyata danau merah muda ini dapat digunakan sebagai pengobatan seperti penyakit perut, mual, mulas, diare, dan gangguan pencernaan. Kebanyakan di antara mereka yang berkunjung ke sana akan memasukkan air tersebut ke botol dan membawanya untuk oleh-oleh.

Danau Lac Rose Retba

ros23_retbaPada faktanya, tidak hanya Danau Hillier yang berwarna merah muda. Di bagian Bumi lainnya juga ada yang tampak serupa. Sebut saja Danau Retba yang terletak di Senegal, Afrika Barat. Danau ini bukan tanpa sebab airnya berwarna merah muda. Itu semua itu terjadi akibat bakteri dan garam yang terkandung pada air sungainya yang sangat tinggi.

Danau yang berada di utara Semenanjung Cap Vert, Kota Dakar, Senegal ini, memiliki air berwarna merah muda seperti milkshake strawberry. Anehnya, tidak hanya berwarna pink ada kalanya danau ini berwarna ungu, kemudian menjadi ungu muda sampai merah muda.

Seperti yang ditulis situs Amusing Planet, banyak wisatawan yang penasaran dengan danau seluas 3 km persegi ini. Ternyata, warna Danau Lac Rose Retba berasal dari mikroorganisme yang terkandung di dalamnya, merah.

Danau Lac Rose Retba menghasilkan warna paling cantik yaitu merah jambu saat musim kemarau. Saat itu, mikroorganisme di dalam danau menyerap, dan menggunakan cahaya Matahari untuk menghasilkan pigmen merah. Saat itulah Danau Lac Rose Retba berubah bagaikan kolam milkshake strawberry raksasa.

Keanehan danau ini tak berhenti di situ saja. Danau ini ternyata mirip laut mati yang ada di Yordania. Turis yang datang bisa berenang tanpa harus repot mengayuh kaki dan tangannya, karena Anda bisa langsung mengapung di atas permukaannya.

Memang benar, Danau Lac Rose Retba mengandung garam sekitar 40%. Kandungan ini satu setengah kali lebih tinggi dari garam yang ada di Laut Mati. Menurut Michael Danson, seorang ahli bakteri extremophile dari Bath University, kondisi itu menjadi area berkembangbiaknya organisme penyuka garam bernama Dunaliella salina.

“Warna pink dihasilkan Dunaliella salina. Organisme ini menghasilkan pigmen merah yang dapat menyerap dan menggunakan energi sinar matahari untuk menciptakan energi tambahan sehingga mengubah warna air jadi pink,” katanya.

Banyak penduduk sekitar yang memanfaatkan karakteristik danau itu sebagai sumber mata pencaharian. Mereka bekerja 6-7 jam sehari mengumpulkan garam dan mineral yang terkandung dalam air danau. Tak heran jika terlihat tumpukan garam menggunung di tepian danau.

Nah, untuk melindungi kulit mereka dari paparan air danau dan matahari, penduduk Senegal menggosok kulit mereka dengan Beurre de Karit – shea butter yang dihasilkan dari kacang shea yang diperoleh dari pohon kacang Shea. Ramuan tradisional ini kabarnya dapat mencegah kerusakan jaringan kulit. Oleh karenanya, penduduk setempat gemar melakukan ritual kecantikan tersebut.

Sudah sejak tahun 1970, warga sekitar danau Retba ini memanfaatkan kadar garam dari danau ini untuk mendapatkan mineralnya, ada juga yang mengeringkan garamnya untuk konsumsi pribadi.

Danau Plitvice

538af86045f4fc00_plitvice_lakesSelain di Senegal, danau dengan warna yang tidak biasa juga ada di sebuah taman nasional yang berada di Kroasia. Namun danau yang bernama Danau Plitvice ini tidak berwarna pink seperti di Senegal, tetapi berwarna biru, hijau, biru, dan abu-abu. Danau ini pun mempunyai perubahan konsisten, tergantung pada jumlah mineral, deposito, atau organisme di setiap tubuh, atau bagaimana matahari menyinari air.

Seperti yang dilansir dari situs World Heritage Convention UNESCO, di lokasi ini ada 16 danau yang saling terkait antara Gunung Mala Kapela dan Gunung Pljesevica. Danau ini pun terbagi menjadi dua kelompok yaitu danau atas dan bawah. Posisinya pun berurutan mulai dari ketinggian 636 m sampai 502 m.

Uniknya, Plitvice Lakes juga dihiasi dengan puluhan air terjun, dan tebing-tebing batu di sekelilingnya pun menjadi pemisah yang mempertegas keelokannya. Selain itu panorama di danau ini semakin aneh dengan perubahan warna air danaunya.

Air di danau yang masuk dalam Daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO ini, punya warna yang khas, mulai dari biru kehijauan sampai biru.

Di destinasi ini, wisatawan bisa melihat danau cantik dengan panorama unik yang berpadu dengan air terjun dan hutan. Wisatawan bisa menikmati seluruh keanehan danau ini dari dekat dengan melewati jembatan kayu yang ada di area Plitvice Lakes.

Danau Polkadot

LndfeSfydZDi belahan bumi lainnya, ada Danau polkadot yang terletak di Osoyoos, Kanada. Danau polkadot yang bernama Kliluk ini pun berhasil menyita perhatian wisatawan. Bagaimana tidak, permukaan danau ini punya corak yang tak biasa, yaitu lingkaran-lingkaran seperti polkadot.

Lingkaran-lingkaran itu terbentuk karena adanya garam yang mengapung di permukaan. Garam-garam ini menumpuk dan membentuk suatu lingkaran, dengan air danau yang terlihat di bagian tengahnya. Tidak hanya satu, lingkaran garam ini pun hampir memenuhi seluruh permukaan danau.

Melihat keanehan Danau Kliluk, daerah ini pun mulai dipadati wisatawan yang penasaran. Selain itu, traveler yang datang ke danau ini juga punya tujuan untuk mengambil air danau untuk pengobatan kulit. Konon, kandungan mineral yang ada di Danau Kliluk bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Dari pinggiran danau, coba lempar pandangan Anda ke sekeliling, ada pemandangan yang tak kalah indah. Hamparan pohon hijau tampak rapat menjaga danau. Barisan bukit yang mengelilingi danau juga berdiri dengan gagahnya, menjadi pagar alami.

Sayangnya, Danau Kliluk kini sudah dipagar. Wisatawan tidak bisa masuk ke lokasi dengan bebas. Ini untuk menjaga danau agar tidak rusak. Meskipun jumlah pengunjung yang masuk dibatasi, Anda tetap bisa melihat kecantikannya dari luar danau. Ratusan bintik-bintik mineral yang ada di permukaan danau, tidak pernah bosan untuk dipandang.

Danau Loktak

Danau LoktakKalau Danau Toba di Sumatera Utara punya Pulau Samosir di tengahnya, Provinsi Manipur, India juga punya Danau Loktak dengan gugusan pulau mungil berbentuk cincin. Anehnya, pulau-pulau ini berubah bentuk sesuai musim dan bergerak ke berbagai arah tergantung hembusan angin.

Gugusan pulau mungil yang memenuhi dua per tiga danau ini disebut Phumdi oleh masyarakat India, yang jadi rumah bagi berbagai spesies hewan. Melansir situs CN Traveler, Phumdi di Danau Loktak adalah satu-satunya Taman Nasional terapung di dunia. Keberadaan Phumdi juga menguntungkan bagi upaya konservasi spesies rusa langka, warga lokal menyebutnya Sangai, yang hanya hidup di sekitar danau tersebut.

Meskipun bersifat nomaden dan bisa bergerak sendiri, bukan berarti Phumdi tak dihuni manusia. Phumdi terbesar yang bernama Khangpoks, dihuni sekitar 4.000 orang. Ada pondok-pondok mungil yang membuatnya mirip seperti pemukiman di Danau Titicaca, Peru.

Sayangnya, saat ini Phumdi juga termasuk hal yang hampir punah. Proyek hidroelektrik di Danau Loktak menaikkan permukaan air danau. Phumdi pun tak bisa tenggelam, akar-akar tanaman pun tak bisa mencapai dasar danau. Bagian pinggir Phumdi pun semakin menipis tiap tahun. Oleh karena itu, wisatawan yang berkunjung ke Danau Loktak pun harus menjaga lingkungan dan ekosistem di tempat tersebut.

Nah, bagaimana dengan di Indonesia sendiri? Menurut informasi yang ada, danau dengan warna yang unik dapat ditemui di empat tempat di Indonesia. Pertama ada Danau Linow, kedua ada danau yang namanya sudah mengharu biru, yang tak lain adalah Danau Tiga Warna Kalimutu, ketiga ada Danau Sidihoni dan yang terakhir ada Danau Tahai

1.Danau Linow
imagesDanau ini mempunyai keunikan yaitu dapat berubah warna airnya. Perubahan warna airnya itu disebabkan karena danau tersebut banyak mengandung belerang dengan kadarnya yang tinggi. Selain itu perubahan warnanya juga disebabkan oleh kadar cahaya matahari yang mengenai permukaan danau.

Danau Linow terletak di area wilayah administratif kota Tomohon, Propinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Danau ini terletaak dekat Proyek Tenaga Listrik Panas Bumi Lahendong. Danau ini unik karena waktu siang airnya warna-warni (atau danau tiga warna). Danau ini merupakan salah satu obyek wisata yang menarik di tanah Toar Lumimuut.

Untuk bisa masuk ke kawasan Danau Linow, traveler harus membayar tiket seharga Rp 25.000. Bila Anda sudah masuk ke area danau, harus berhati-hati dengan kubangan lumpur panas yang ada di tepi danau!

2.Danau Tiga Warna Kelimutu
3Nah, kalau danau ini merupakan kebanggaan masyarakat Indonesia. Pasalnya, selain harum namanya di dunia juga berwarna merah, hijau, dan putih (terkadang berubah warna juga) dan terus berubah seiiring dengan perjalanan waktu. Berada di puncak Gunung Kelimutu, Moni ini menjadi salah satu objek wisata favorit di Kabupaten Ende.

Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.

Soal kenapa danau itu bisa berubah-berubah warna terkait dengan adanya mitos di masyarakat Ende, khususnya yang berdiam di sekitar. Danau tiga warna ini diwariskan secara turun-temurun kepada generasi berikutnya berkaitan dengan sakralitas Gunung sekaligus Danau Kelimutu ini. Bagi orang Ende, Danau ini merupakan salah satu pusat kebudayaan dan religi asli para leluhurnya. Mereka mempunyai keyakinan bahwa ketiga Danau ini merupakan sebuah khayangan bagi orang sudah meninggal.

Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna – warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Selain itu, sejumlah kalangan meyakini ada hubungan antara perubahan warna Danau Kelimutu dan ramalan akan terjadi sesuatu yang penting di suatu negara atau Indonesia sendiri. Di hari yang suci ini, diharapkan perubahan warna ini tentunya sebagai pertanda baik atau positif.

3.Danau Sidihoni
e2eDanau Sidihoni berada di Kecamatan Pangururan, Pulau Samosir, Sumatera Utara. Danau ini katanya sering berubah warna dan oleh penduduk setempoat perubahan warna ini dihubungkan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia.

Nah, kalau Pulau Samosir dikatakan sebagai “pulau di atas pulau”, Danau Sidihoni yang berada di Pulau Samosir ini bisa dikatakan sebagai “danau di atas danau” (di atas Danau Toba). Danau Sidihoni berjarak 8 kilometer dari Pangururan mempunyai pemandangan yang dikelilingi oleh bukit landai berwarna hijau muda dan deretan pohon pinus. Danau Sidihoni bukan satu-satunya danau di Pulau Samosir, ada sebuah danau lagi yang lebih kecil dari Danau Sidihoni di pulau ini yang bernama Danau Aek Natonang.

4. Danau Tahai
de3Danau ini terletak di Desa Tahai, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya Lokasinya yang cukup strategis yaitu sekitar 29 km dari pusat Kota Palangkaraya. Keunikan yang dimiliki oleh danau ini adalah mempunyai warna air yang berbeda dengan danau-danau pada umumnya.

Air di Danau Tahai tidak berwarna hijau atau biru, tetapi kemerah-merahan. Warna merah ini berasal dari akar-akar pohon di lahan gambut. Biasanya, wisatawan yang datang ke Danau Tahai bukan cuma ingin melihat keunikan warna airnya, tetapi juga menikmati suasana pedesaan di pinggir hutan.

Tak jauh dari danau, ada penangkaran orangutan milik Borneo Orangutan Survival (BOS). Jika datang pada hari Minggu atau libur nasional, penangkaran akan dibuka untuk umum. Jadi selain dapat melihat danaunya yang unik anda pun bisa melihat pola tingkah lucu sang orangutan langsung dari kandangnya. (Dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s