diWartaagro.com – Kopi merupakan komoditi perkebunan yang memiliki penggemar fanatik di seluruh dunia. Ditambah, menjamurnya kedai kopi atau coffee shop yang jadi tongkrongan berbagai kalangan. Anak muda, pengusaha sampai pejabat kerap kali menghabiskan waktu di coffee shop.

Untuk menikmati segelas kopi yang nikmat, tentunya dibutuhkan biji kopi berkualitas bagus dan pilihan. Pilihan itu ialah kopi merk Reng Tani. Kopi ini diproses sedimikian rupa dan pengawasan ketat sehingga menghasilkan biji kopi pilihan.

Saat ini, Reng Tani memiliki kurang lebih 72 varian kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti Kintamani, Lampung, Solok, Priangan, Ijen, Raung, Dampit, Papua, Aceh, Batak, Bejawa, Flores, Kerinci Jambi, Muria, hingga kopi Vietnam.

Reng Tani Coffee menyediakan 3 jenis kopi, yaitu kopi arabika, kopi robusta, ekselsa, dan liberika. Masing-masing jenis tersebut memiliki keunggulan rasa dan aroma yang khas. Juga ada kopi lanang atau pea berry yang terkenal khasiatnya untuk meningkatkan stamina pria.

Masyarakat penikmat kopi Reng Tani berasal dari berbagai kalangan. Pesanan juga datang dari berbagai penjuru daerah, bahkan dari luar negeri. Karena Reng Tani Coffee memiliki konsumen loyal, maka bagi mereka sulit berpaling ke kopi merk lain, utamanya kopi sachet.

Rata-rata, konsumen Reng Tani Coffee mengambil dalam bentuk biji mentah (green beans), ada pula yang sangria (roasting). Tak sedikit pula yang memesan dalam kemasan bubuk 500 gram, 250 gram, dan 110 gram.

Mengenai harga, jangan ditanya lagi. Harga menentukan kualitas rasa dan aroma. Harga Reng Tani Coffee disesuaikan dengan varian yang dipesan. Untuk green beans, harganya mulai Rp 45.000 per kg, arabika mulai Rp 65.000 per kg, ekselsa dihargai mulai Rp 50.000 per kg. Dan liberika harganya mulai Rp 45.000 per kg.

Sedangkan yang sudah roasting, harganya juga bervariasi. Reng Tani Coffee melayani pemesanan sesuai standar roasting, dari light medium, dark roasting, dan masih banyak lagi.

Namun, karena keterbatasan bahan baku mengingat kopi panen hanya sekali dalam setahun, maka proses panen hingga bentuk bubuk sangat diperhatikan. Prinsip Reng Tani Coffee ialah, tidak akan mengambil keuntungan dengan merugikan konsumen melalui petik biji hijau. Konsumen Reng Tani Coffee adalah mitra.

Untuk informasi dan pemesanan, bisa menghubungi +6281231224497 atau +6281703702467 atau email ke ptms40@gmail.com

a

Alumnus angkatan 2001 SMPN 1 Jrengik, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang

Wartaagro.com – Pada Minggu, 11 September 2016, menjadi momen terindah bagi alumnus SMPN 1 Jrengik. Setelah 15 tahun tak berkumpul, mereka akhirnya dipertemukan melalui acara Reuni SMPN 1 Jrengik, yang diambil dari 4 angkatan atau 4G.

Acara yang digelar di halaman SMPN 1 Jrengik ini seakan mengembalikan memori masing-masing alumnus dari angkatan 1999, 2000, 2001, dan 2002. Masa-masa indah Baca entri selengkapnya »

IMG-20160809-01135Sub sektor industri kratif yang terus berkembang mengikuti perputaran zaman ialah fashion. Desain unik dan menarik terus bermunculan. Berbagai event dan pameran juga selalu diisi dengan fashion.

Salah satu pemain di industri fashion yang kini mulai berkembang ialah Didik. Jika selama ini desain yang diangkat ialah tema tentang alam atau kehidupan perkotaan, tapi tidak dengan Didik.

Dia mengusung tema pertanian di setiap desain di kaos yang diproduksinya. Beberapa desain itu dikhususkan dengan gambar kopi. Faktor yang mendorongnya untuk mempertahankan desain tentang kopi ini ialah bahwa kopi merupakan komoditi yang tidak hanya hanya soal rasa dan aroma, tapi juga gaya.

Dengan kaos brand Reng Tani ini, dia mulai fokus bagaimana mengangkat kopi tanah air. Desain-desain unik itu antara lain memadukan gambar kopi dengan tulisan. Seperti “Sory no wifi inly coffee”, “Coffee Machine”, dan lain sebagainya.

Kaos yang diproduksi kualitas premium dan satu desain diproduksi terbatas. Tiap desain, hanya mencetak 12 pcs, dan itupun dengan beragam ukuran dan warna. Bahan yang dipakai ialah cotton combed 20s dan 30s. Bahan ini cukup halus dan menyerap keringat. Saat dipakai juga tidak panas.

Jika kaos dengan bahan yang sama di jual di Distro dengan harga mulai Rp 70.000 hingga ratusan ribu, maka kaos brand Reng Tani hanya dijual Rp 60.000 per pcs. Harga ini sangat murah, bila dibandingkan dengan toko-tok lain dengan kualitas yang sama.

Kaos brand Reng Tani sejauh ini sudah dipesan oleh pelanggannya yang datang dari berbagai penjuru nusantara. Sempat dia mengirim ke Purwokerto, Palu, sampai Bukittinggi. Bahkan, ada pula yang pesan untuk dijual lagi.

Dalam memproduksi ini, Didik menggandeng ahli konveksi kenamaan di Bandung. Sebelum memproduksi, dia melakukan riset bagaimana desain itu dimintai pasar. Terbukti, hasil riset itu cukup jitu untuk meningkatkan penjualan. Sehari, ratusan kaos terjual dengan sistem ritel dan grosir.

Pelanggan ada yang datang sendiri ke workshop-nya, ada pula yang pesan melalui online di nomor 081231224497. Rata-rata penjualan terbanyak dari sistem online. Ini disebabkan oleh pesatnya teknologi yang merambah ke berbagai industri termasuk fashion. (*)

Kaos 1 biru hitem

Salah satu kaos desain brand Reng Tani

Wartaagro.com – Kopi selalu punya hal menarik untuk dibicarakan. Mulai dari budaya sampai menjadi alat bersua. Dalam secangkir kopi, ada pula cerita petani dan banyak orang yang terlibat di dalamnya.

Cerita tentang kopi itu mulai diabadikan melalui media kaos dengan brand Reng Tani. Brand ini didirikan oleh Junaidi, yang juga owner Happy Koffie. Didirikannya kaos dengan desain bertemakan tentang kopi ini bukan tanpa alasan.

Junaidi ingin, lewat kaos dengan brand Reng Tani, semua masyarakat utamanya pecinta kopi bisa mengenakannya dan memperkenalkan khasanah kopi nusantara, mulai dari kopi jenis arabika, robusta, dan ekselsa. Ada pula kopi liberika yang mulai jarang ditemukan.

Dengan memperkenalkan kopi lewat kaos, bisa memudahkan untuk memperkenalkan kopi nusantara. Kaos brand Reng Tani yang diproduksi ini bahannya combed cotton, dengan kualitas premium. Soal harga sangat terjangkau. Untuk satu desain kaos, diproduksi hanya 12 pcs (1 lusin) dengan ukuran L, XL, XXL dan beberapa kombinasi warna. Satu kaos harganya Rp 65.000.

Bagi Junaidi, kaos brand Reng Tani itu bisa menjadi alat yang efektif untuk mempromosikan kopi Indonesia. Seperti halnya saat dia memproduksi kopi arabika dengan merk Happy Koffie, yang bisa menghubungkan 2 orang atau lebih.

Dengan kaos desain kopi di bawah brand Reng Tani, bisa membuat orang yang dulunya tidak saling kenal menjadi kenal. Itulah esensi yang ingin dia bentuk sekarang ini melalui brand kaos Reng Tani dan Happy Koffie.

Kualitas bagi Junaidi adalah nomor satu. Makanya, dia tidak ingin kaos yang diproduksinya memakai bahan sembarangan. Pemilihan bahan dan proses produksi cukup selektif dan hati-hati. Karena dia tidak ingin mengecewakan pelanggan yang selama ini mempercayai produknya.

Mengenai permintaannya, saat ini kaos dengan brand Reng Tani sudah dikirim ke berbegai daerah. Dari wilayah Jawa Timur sampai ke luar pulau seperti Kalimantan, Flores, hingga mengirim ke Malaysia.

Walau tidak menyebut omzetnya per hari, tapi Junaidi yakin dengan kepercayaan pelanggan usahanya akan terus berkibar. Sebab, pelanggannya adalah nafas usahanya. Tanpa pelanggan, usahanya bukan apa-apa.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kaos brand Reng Tania tau Happy Koffie, bisa menghubungi di nomor 081231224497 atau 081703702467. Informasi juga bisa di email di cipta_alamterpadu@yahoo.com . (*)

Kaos 3 dan lengan merah

Model kaos brand Reng Tani

Wartaagro.com – Reng Tani. Bagi sebagian masyarakat, Reng Tani kurang familiar. Ya, memang Reng Tani yang merupakan gabungan dari Reng (orang) dan Tani (petani) ini baru saja didirikan oleh Junaidi.

Bermaksud memperkenalkan pertanian di Indonesia, Junaidi kemudian mendirikan produk fashion (fesyen) berupa kaos dengan brand Reng Tani. Bersama mitranya, dia ingin menyampaikan lewat media kaos itu bahwa pertanian di Indonesia cukup potensial untuk dikembangkan oleh pemudanya.

Kaos brand Reng Tani yang diproduksi sifatnya terbatas tapi berkualitas, artinya tiap 1 desain hanya diproduksi sebanyak 12 pcs dengan ukuran mulai M, L, XL, XXL. Desain yang diambil kebanyakan tentang kopi. Maklum saja, karena Junaidi juga memproduksi kopi dengan merk Happy Koffie.

Mengenai bahannya, Junaidi cukup selektif. Sesuai selera pasar, bahan kaos yang digunakan premium quality atau standar distro (combed cotton). Selama ini, bahan combed cotton ini dikenal sebagai bahan yang nyaman untuk dipakai, dan mampu menyerap keringat serta dingin saat digunakan.

Baru sebulan berdiri, permintaan terhadap kaos brand Reng Tani datang dari berbagai kalangan. Mulai dari kalangan pengusaha, komunitas, bahkan pemerintahan. Tiap hari, setidaknya dia mampu menjual lebih dari 1 lusin kaos brand Reng Tani.

Berapa harganya ? Soal harga kaos brand Reng Tani cukup terjangkau. Jika membeli eceran, 1 kaos seharga Rp 65.000 (all size). Sementara untuk kaos lengan panjang, harganya beda tipis, yakni Rp 68.000 per pcs.

Harga itu akan lebih murah jika membeli dalam jumlah banyak (partai). Minimal pembelian 1 lusin, maka akan ada potongan khusus. Junaidi berkata, pernah dia mengirim kaos 7 pcs ke luar Samarinda.

Disana, kaos itu kemudian dijual lagi dengan harga Rp 75.000 per pcs. Dengan harga segitu, pembeli disana cukup antusias. Karena rata-rata harga kaos dengan model yang sama bisa sampai Rp 80.000, bahkan ada yang harganya Rp 100.000 lebih.

Tidak hanya di Samarinda, dia juga pernah mengirim kaos brand Reng Tani ke Jember, Madura, dan beberapa daerah lagi. Dia pun optimis, meski persaingan di bisnis distro ini kian ketat, tapi dengan jaringan usaha serta pelayanan yang bagus kepada pelanggan dengan tidak mengindahkan kualitas, maka brand Reng Tani akan semakin dikenal oleh masyarakat.

Ke depan, dia sudah menyiapkan tempat khusus untuk workshop atau ruang pamer. Disana, selain kaos juga ada varian kopi dari berbagai nusantara yang akan didisplay. Tentunya, kopi dengan merk Happy Koffie akan memenuhi ruang etalase.

Ada pula buku-buku tentang pertanian, perkebunan, dan pengetahuan tentang kopi. Dengan workshop itu, diharapkan pengetahuan masyarakat tentang kopi akan kian bertambah.

Untuk pemesanan bisa menghubungi 081231224497 atau 081703702467 atau email cipta_alamterpadu@yahoo.com (*)

IMG_20160513_204547

Logo Reng Tani, brand kaos

Pengalaman adalah cerita terbaik untuk dituliskan. Demikian sepenggal paragraf yang sempat saya dengar dari salah satu pengusaha, dalam perbincangan di suatu malam di pinggiran Kota Surabaya.

Pengalaman dalam mendirikan usaha bagi saya ibarat pelangi, yang terdiri beragam warna. Ada merah, kuning, hingga hijau. Pernah dikhianati, ditinggal rekan saat merintis usaha, sampai ditipu. Namun hal itu tak membuat saya kendur untuk mencapai sesuatu yang telah saya tulis, kemudian diceritakan.

Salah satu yang ingin saya ceritakan saat ini adalah lini usaha saya, yaitu #RengTani. Sekilas membaca kata #RengTani akan menjurus kepada sektor pertanian. Memang benar, #RengTani adalah brand di bidang fashion (fesyen).

Istilah ini diambil dari 2 kata, Reng yang berarti Oreng (bahasa Madura, dalam Indonesia artinya Orang). Lalu Tani, yang artinya Petani. Dua kolaborasi kata ini menjadi #RengTani, yang dipakai sebagai brand souvenir tentang pertanian berupa kaos, muk, topi, dan lain sebagainya.

#RengTani lini bisnis yang saya rintis, disamping ada kopi premium dengan brand Happy Koffie. Awalnya memulai bisnis ini saya dibantu dengan seorang rekan, tapi seiring perjalanannya dia kemudian melepas begitu saja yang kami rintis.

Tampaknya Tuhan masih baik kepada saya, karena memberi petunjuk sebelum usaha #RengTani ini berjalan sampai jauh. Saya tidak ingin membatasi siapapun untuk ikut jadi tim saya merintis usaha ini. Saya ingin menjalani usaha ini seoptimal mungkin, berbagi rejeki dengan teman.

Dan ada kebanggaan tersendiri bagi saya, saat bisa berbagi dengan teman dan melihat mereka makmur dari hasil yang kami capai. Prinsip saya, ingin menjadi kaya bukan dari limpahan (warisan), tapi kaya dengan latihan. Dengan begini, saya tidak akan pernah melupakan betapa kerasnya proses mendirikan suatu karya usaha ini.

Saya suka pertanian, dan terlibat terus dalam perkembangan pertanian di Indonesia. Karya #RengTani ini ingin saya dedikasikan ke pertanian di Indonesia, agar tetap maju dan tidak ditinggalkan pemudanya.

Dukungan teman-teman yang sudah menjadi pelanggan tetap #RengTani, team saya di usaha ini, yang membuat usaha ini bertahan. Perjalanan mengembangkan brand #RengTani ini kalau diibaratkan membaca buku masih berada di bab ketiga, dari 20 bab yang ada.

Masih banyak yang harus saya perbuat. Masih banyak yang harus saya baca, untuk bisa sampai kepada kesimpulan di bab terakhir. (Junaidi)

Untuk informasi seputar produk fashion #RengTani, bisa hub ptms40[at]gmail.com atau 0812 3122 4497

IMG-20160426-00593Wartaagro.com – Happy Koffie merupakan kopi premium tanpa campuran yang didatangkan langsung dari berbagai daerah penghasil kopi di seluruh nusantara. Sementara ini, Happy Koffie memasarkan kopi jenis arabika, liberika, dan robusta.

Karena produk yang ditawarkan berkualitas bagus, Happy Koffie menyasar berbagai segmen yang ingin tahu seperti kemurnian dan kenikmatan kopi nusantara, yang dioleh melalui beberapa metode dan profil roasting.

Sejak diperkenalkan pada 18 April 2016, permintaan Happy Koffie terus meningkat. Produk berkemasan 110 gram, 250 gram, dan 500 gram, ini digemari tidak hanya peorangan, tapi juga memasok untuk perkantoran, restoran, kafe, hingga warung kopi.

Happy Koffie menyediakan, green beans, roast bean (sangrai), dan powder (bubuk). Bagi Anda yang ingon tahu seperti apa produk Happy Koffie, bisa memesannya di 081231224497 atau cipta_alamterpadu[at]yahoo.com.

Komisi D DPR Bangkalan meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan untuk segera mengusulkan Peraturan Bupati (Perbup), agar Peraturan Daerah (Perda) Tentang Madrasah Diniyah (Madin) yang disahkan pada Selasa, 15 Desember 2015 bisa dilaksanakan.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Drs Hosyan Muhammad SH, berharap agar Diknas berkoordinasi dengan Bupati agar dibuatkan Pergub. Setelah Diknas mengusulkan, nantinya akan dibawa ke DPRD untuk diparipurnakan.
“Tugas kami memparipurnakan Perda. Untuk Perbup diserahkan ke SPKD terkait, lalu SPKD koordinasi dengan Bupati. Bupati harus buat Perbup,” katanya.

Dia berharap, keinginannya untuk membangun pendidikan di Bangkalan lebih Baca entri selengkapnya »

Kekurangan jumlah guru masih merupakan kendala terbesar yang dihadapi pendidikan di Bangkalan. Selain rendahnya pemerataan guru Sekolah Dasar (SD) di pelosok, Kabupaten Bangkalan juga masih kekurangan guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Seperti yang dialami SDN Togubang 2. Di sekolah yang terletak di Desa Tugubang ini, jumlah guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) hanya 1 orang, selebihnya adalah guru honorer.
“Guru PNS hanya kepala sekolah saja, sedangkan guru yang lain hanya honorer,” kata Staf guru SDN Togubang 2, Nurhidayat.

Idealnya, setiap SD dengan enam kelas memiliki 10 tenaga pendidik dan Baca entri selengkapnya »

IMG-20160128-00120Banyaknya gedung sekolah dasar (SD) di sejumlah Kecamatan Kabupaten Bangkalan memantik reaksi dari kalangan dewan. Dewan mamandang, tanpa gedung yang memadai proses belajar siswa kurang efektif, dan akan menganggu konsentrasi siswa.

Maka dari itu, Komisi D DPRD Bangkalan akan memperjuangkan bantuan untuk perbaikan sekolah-sekolah yang rusak di Kabupaten Bangkalan. Sekretaris Komisi D DPRD Bangkalan, H Muhlas mengatakan, beberapa sekolah yang bangunannya rusak akan didata, dan kemudian diusahakan mendapatkan bantuan.

Dia meminta sebaiknya pihak sekolah membuat proposal, kemudian disampaikan ke Dinas Pendidikan. Proposal tersebut nantinya akan disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi D. Sehingga pihaknya akan memperjuangkan hal itu.

Untuk anggarannya, bisa diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang memang Baca entri selengkapnya »