AirAsia –Low-Cost Carrier Peraih Keuntungan Terbesar di Asia Kembali Memesan 100 Airbus A320 di London

Posted: Desember 16, 2012 in Bisnis dan Ekonomi

AirAsia 1Maskapai Penerbangan Berbiaya Hemat Terbesar di Asia Mempercepat Pertumbuhan Dengan Mencatat Pemesanan 475 Pesawat Lorong Tunggal Dengan Periode Pengiriman Sampai 2021

BROUGHTON, 13 Desember 2012 – AirAsia semakin memperkuat posisinya di Asia dengan kembali memesan 100 Airbus A320. Hal ini juga membuat AirAsia menjadi maskapai penerbangan yang tercatat melakukan pemesanan pesawat satu lorong (narrow body) sebanyak 475 dari Airbus. Pemesanan pesawat ini merupakan bagian dari strategi regional Grup AirAsia untuk terus menjadi yang terdepan terlebih karena adanya rencana perluasan jaringan rute penerbangan, penambahan frekuensi penerbangan agar tetap menjadi maskapai penerbangan paling menguntungkan di Asia.

Pemesanan 100 Airbus A320 terdiri dari 36 A320 dengan Current Engine Option (CEO) dan 64 A320 dengan New Engine Option (NEO) untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan di pasar inti yang berada di Malaysia, Thailand, Indonesia yang diikuti oleh pasar baru di Jepang dan Filipina.

AirAsia 2Pemesanan pesawat ini diumumkan saat Perdana Menteri Inggris, David Cameron berkunjung ke pabrik Airbus di Broughton, Inggris. David Cameron menyaksikan penandatanganan dokumen pemesanan yang dilakukan oleh CEO Grup AirAsia, Tan Sri Tony Fernandes dan President & CEO Airbus, Fabrice Brégier.

Kontrak tersebut semakin mempertegas posisi AirAsia sebagai pemesan pesawat tipe A320 terbesar di dunia. Saat ini, total pemesanan telah mencapai 475 pesawat yang terdiri dari 264 A320neo dan 211 A320ceo. Lebih dari 100 pesawat telah diterima oleh AirAsia, sedangkan untuk pengiriman pesawat baru akan dilakukan sampai tahun 2021.

CEO Grup AirAsia, Tan Sri Tony Fernandes mengatakan, “Kami memiliki tiga tambang emas di Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Di bagian negara lain, Filipina dan Jepang memiliki potensi pertumbuhan yang sangat luar biasa. Penambahan jumlah pesawat sangat sejalan dengan strategi kami untuk lebih jauh membangun jaringan kami yang luas dengan penambahan rute baru dan frekuensi penerbangan, serta memungkinkan AirAsia untuk mempertahankan posisinya terutama di Malaysia dan Thailand.”

Di Malaysia, dalam 10 tahun terakhir kami telah berhasil menaklukan semua tantangan dan melihat pesaing kami datang dan pergi, sementara AirAsia terus berkembang dengan peningkatan marjin, tingkat keterisian penumpang, dan pendapatan available seat kilometer (ASK) atau kursi yang tersedia per kilometer. Rahasia kesuksesan kami adalah tetap fokus dan disiplin dalam biaya pengeluaran dan model usaha. Hal tersebut membuat operasional kami di Malaysia tetap menjadi yang terhemat dibandingkan dengan maskapai penerbangan lain di dunia, dan ini memungkinkan perusahaan memaksimalkan pendapatan melalui tingkat keterisian penumpang, layanan tambahan dan kondisi keuangan perusahaan yang sangat kuat dan terus meningkat.

Thailand telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dalam hal jumlah penumpang dan diyakini akan menjadi maskapai penerbangan menguntungkan seperti di Malaysia. Penambahan jumlah pesawat dipastikan akan membuat Thailand semakin mendominasi pasar domestik dan internasional terutama untuk pasar yang sangat potensial seperti Cina dan India. Dengan berpindahnya kegiatan operasional ke Don Mueang, yang merupakan terminal khusus untuk maskapai penerbangan berbiaya hemat, kami optimis akan terus berkembang. Hal ini sejalan dengan visi kami untuk dapat beroperasi di bandara kedua agar dapat mendukung perluasan usaha dan tidak terhambat dengan masalah kapasitas yang berlebihan seperti di semua bandara utama.

Di Indonesia, kami sudah menjadi yang terbaik untuk pasar internasional. Dengan bertambahnya jumlah pesawat, akan semakin memudahkan untuk melakukan penetrasi ke pasar domestik yang saat ini masih belum terlayani. Menjadi maskapai penerbangan yang sukses di wilayah Asean, memungkinkan kami berhasil membangun brand kami di pasar internasional dari Indonesia dan kami sangat yakin kami dapat melakukan hal yang sama untuk pasar domestik. Kami melihat cara terbaik untuk tumbuh secara optimal adalah melalui pertumbuhan organik, khususnya di sebuah pasar dengan populasi lebih dari 230 juta jiwa. Jumlah populasi yang begitu besar merupakan kunci untuk meningkatkan pendapatan.

Sementara untuk anggota keluarga baru AirAsia, Jepang dan Filipina, fokus kami adalah untuk terus meningkatkan pendapatan, mempertahankan biaya operasional rendah, dan memastikan posisi kami sebagai brand nomor 1 di dua negara tersebut.

“AirAsia adalah salah satu cerita sukses dari sebuah maskapai penerbangan,” kata Fabrice Bregier, President & CEO Airbus. “Kepercayaan AirAsia pada A320 dengan jelas mengungkapkan betapa handal dan efisiennya jenis pesawat satu lorong ini.”

Tambahan jumlah pengiriman untuk 36 Airbus A320ceo yang baru dibeli akan berlangsung sampai tahun 2016, dimana dua pesawat akan dikirim di tahun 2013; empat di tahun 2014; 22 di tahun 2015 dan delapan lagi di tahun 2016. Sementara 64 Airbusneo akan dikirim di awal tahun 2017, dimulai dengan delapan pesawat; kemudian 14 di tahun 2018; 15 di tahun 2019; 14 di tahun 2020; dan 13 pesawat lagi di tahun 2021.

Pengiriman untuk 200 Airbus A320neo yang telah dibeli tahun lalu akan tetap dilakukan dari tahun 2016 sampai 2026. Sebagai bagian dari perjanjian pembelian, AirAsia juga akan memiliki pilihan untuk 100 pesawat lagi yang terdiri dari 50 Airbus A320 NEO dan 50 A321 NEO.

“Kami melihat maskapai penerbangan berbiaya hemat lain seperti Ryanair dan EasyJet mendominasi pasar Eropa dan bagian selatan dari Amerika Serikat. Sebagai pelopor model usaha maskapai penerbangan berbiaya hemat telah memungkinkan mereka untuk menjadi pemimpin pasar di negara masing-masing. Bagi AirAsia, kami adalah satu-satunya maskapai penerbangan yang memiliki apa yang dimiliki oleh dua maskapai penerbangan tersebut, dan kami sangat senang dapat beroperasi di sebuah pasar dengan jumlah penduduk lebih dari 3,2 miliar jiwa. Oleh karena itu, kami sangat percaya diri dengan penambahan jumlah pesawat akan membuat kami terus mendominasi Asean serta memudahkan perluasan usaha kami di Asia Utara, Cina, dan India dalam waktu dekat,” tambah Tony.

Sejalan dengan rencana pertumbuhan kami, di tahun 2013 dengan perpaduan dari pengiriman Airbus dan sewa – Malaysia akan menerima 10 pesawat, Thailand 8 pesawat, Indonesia 9 pesawat, Filipina 3 pesawat, dan Jepang 4 pesawat.

CEO AirAsia Indonesia, Dharmadi mengatakan, “Menjadi maskapai penerbangan nasional terkuat untuk pasar internasional selama dua tahun berturut-turut pada 2010 dan 2011, membuat kami berkomitmen untuk terus menjadi maskapai penerbangan pilihan untuk para penumpang di Indonesia yang ingin terbang ke berbagai rute internasional.”

“Dengan penambahan pesawat baru, kami tidak hanya menambah frekuensi penerbangan menuju beberapa rute internasional, tapi juga memperkuat koneksi rute domestik kami di seluruh wilayah Indonesia. Belum lama ini kami juga mengumumkan akan menjadikan Makassar sebagai hub keenam kami, hal ini merupakan perwujudan janji kami untuk melebarkan sayap di Indonesia. Para pelanggan kami sebentar lagi akan dapat terbang ke berbagai rute domestik menarik di negara kepulauan terbesar di dunia ini,” tutup Dharmadi.

Keterangan Foto:

AIRASIA1 Kamarudin Meranun, Tony Fernandes (duduk), David Cameron (Perdana Menteri Inggris); David Jones (State Secretary of Wales); Fabrice Brégier (CEO Airbus); dan John Leahy (COO – Customer)

AIRASIA2 Tony Fernandes, Kamarudin Meranun, David Cameron (Perdana Menteri Inggris); David Jones (State Secretary of Wales); Fabrice Brégier (CEO Airbus); dan John Leahy (COO – Customer)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s