FKUB SUMUT TERIMA AUDIENSI KAKANWIL JAMSOSTEK

Posted: Januari 18, 2013 in Politik dan Pemerintahan

Kepala Kantor Wilayah I PT Jamsostek (Persero) I Gusti Ngurah Suartika dan Ketua FKUB Sumut Dr H. Maratua Simanjuntak serta pengurus dan pejabat kedua pihak, foto bersama di Kantor FKUB Sumut , Graha Kuswari, Jalan Amal No. 1 EE Medan, Rabu (16/1). Pertemuan membahas kepesertaan jamsostek bagi pekerja keagamaan di Sumatera Utara.

Kepala Kantor Wilayah I PT Jamsostek (Persero) I Gusti Ngurah Suartika dan Ketua FKUB Sumut Dr H. Maratua Simanjuntak serta pengurus dan pejabat kedua pihak, foto bersama di Kantor FKUB Sumut , Graha Kuswari, Jalan Amal No. 1 EE Medan, Rabu (16/1). Pertemuan membahas kepesertaan jamsostek bagi pekerja keagamaan di Sumatera Utara.

FKUB Sumut : Jamsostek Ciptakan Kerukunan lewat Kesejahteraan Pekerja

Medan-Sumut-Penyelenggara program jaminan sosial merupakan salah satu tanggung jawab dan kewajiban Negara untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat yang merupakan salah satu bagian dari kesejahteraan pekerja. Sementara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh Pemerintah dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan.

“Jika masyarakat sejahtera, akan turut tercipta kerukunan,” terang Ketua FKUB Sumut Dr H. Maratua Simanjuntak saat menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah I PT Jamsostek (Persero) I Gusti Ngurah Suartika di Kantor FKUB Sumut , Graha Kuswari, Jalan Amal No. 1 EE Medan, Rabu (16/1).

Siaran Pers Kanwil I Jamsostek, kamis (17/1), hadir dalam pertemuan tersebut para pengurus FKUB Sumut, Ketua FKUB Sumut Dr H Maratua Simanjuntak, Dr H Arifinsyah M. Ag, Drs H A Muin Isma Nasution, Drs HM Arifin Umar, Drs Albert Pakpahan, Nazamuddin, Drs. Ansari Yamamah MA, Bishop DR.JH Manurung MDiv, Andi Wiranata SE.

Menurut Maratua, dengan kesejahteraan akan tercipta kerukunan terutama dikalangan pekerja dan demonstrasi buruh akan berkurang seperti demonstrasi menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi / Kota dan program jamsostek akhir tahun lalu.

Selama ini, kata Maratua dan pengurus FKUB Sumut, ada asumsi program jamsostek hanya dapat dinikmati kalangan pekerja BUMN dan perusahaan swasta dan tidak menerima pekerja lapisan masyarakat bawah.

“Banyak masyarakat keliru. Ternyata pekerja di keagamaan pun dapat menjadi peserta jamsostek. Kami siap membantu sosialisasi lintas agama termasuk yayasan yayasan dibawahnya ,”ungkapnya seraya meminta para pengurus FKUB mempersiapkan rencana pelaksanaan sosialisasi.

Menanggapi penjelasan rombongan PT Jamsostek, Pengurus FKUB secara spontan menyatakan keinginan dilakukan sosialisasi program jamsostek seperti DR. H. Arifinsyah, MA menawarkan 10 kelompok pengajian dan Dewan Mesjid, Bishop DR.JH Manurung MDiv menawarkan sosialisasi di Gereja Protestan Persekutuan (GPP), Andy Wiranata menawarkan sosialisasi di Klenteng dan Pengurus INTI.

Gerakan Sumut Peduli Jaminan Sosial

Kepala Kantor Wilayah I PT Jamsostek (Persero) I Gusti Ngurah Suartika menerangkan pekerja dalam lingkup para keagamaan sangat membutuhkan perlindungan jaminan sosial karena jika menjadi peserta jamsostek, seluruh resiko sosial seperti kematian, kecelakaan, hari tua dan pemeliharaan akan beralih menjadi beban PT Jamsostek (Persero).

Ngurah menegaskan para pekerja informal seperti tukang ojek, nelayan, pedagang kaki lima, petani dan pekerja mandiri lainnya dapat mengikuti program jamsostek dengan iuran yang sangat murah.

Kakanwil yang didampingi Wakil Kakanwil Drs. Pengarapen Sinulingga MM, Kabid Teknologi Informasi Medan II Sanco SImanullang ST MT dan staf pemasaran Aristoteles Sitinjak, SSi menjelaskan kehadirannya di FKUB Sumut adalah untuk menindaklanjuti Gerakan Sumut Peduli Jaminan Sosial yang sudah dicanangkan Plt Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho ST bertempat di Lapangan Benteng, Medan, Minggu (9/12) tahun lalu.

Menurut Ngurah Suartika, dari 1.698.000 tenaga kerja formal yang bekerja di perusahaan-perusahaan Sumatera Utara, tercatat baru sekitar 445.000 pekerja yang terdaftar sebagai peserta Jamsostek (26,20 persen) . Belum lagi 3,3 juta tenaga kerja informal yang semestinya dapat menikmati layanan jamsostek.

Pada yayasan-yayasan, dewan mesjid, BKM, Guru Ngaji, Ustadz, guru pesantren, Guru dan administrasi sekolah, Pendeta, Pengerja Gereja, Penatua (sintua), Diaken, Pengurus dan Pekerja Klenteng, Wihara, Pura dan sejumlah kegiatan usaha lembaga berbagai agama, terdapat ribuan pekerja dan umumnya belum terlindung program jamsostek.

“Kami mohon dukungan dan doa agar pelaksanaan program jamsostek di Sumut dapat mencover seluruh pekerja termasuk pekerja keagamaan dan yayasan didalamnya,” pinta Ngurah.

Dikesempatan itu, Ngurah menjelaskan program jamsostek memberikan manfaat tambahan, di antaranya berupa pemeriksaan kesehatan (medical check up/MCU) gratis serta pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K-3) untuk perusahaan maupun tenaga kerja.

Pelaksanaan medical check up gratis ini merupakan manfaat tambahan dari program JPK Jamsostek, selain perluasan cakupan pelayanan yang sudah diberikan sebelumnya. Dalam hal ini, tenaga kerja dan keluarganya yang menjadi peserta JPK Jamsostek sudah mendapat lagi layanan hemodialisis (cuci darah), operasi jantung, pengobatan kanker, dan HIV/AIDS. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s