Perang Saudara

Posted: Maret 7, 2013 in Pengetahuan

Oleh : Yusril Ihza Mahendra

Apapun yg terjadi di negara kita ini, yang paling utama wajib kita kerjakan adalah menyelamatkan bangsa dan negara dari perang saudara;

Sebagai sesama warga bangsa bisa saja kita saling berbeda pendapat dan berbeda kepentingan;
Bukan mustahil pula perbedaan pendapat dan kepentingan itu demikian tajamnya, sehingga suatu kelompok seperti kehilangan kesabaran;

Dimasa lalu hal2 spt itu pernah terjadi, terutama sepanjang 20 tahun pertama kemerdekaan bangsa dan negara kita;

Selama 20 tahun itu berulangkali kita bentrok antar sesama, kadang2 gunakan kekerasan, menculik, menganiaya bahkan memberontak;

Namun berkat rahmat Allah jualah bangsa kita masih tetap utuh seperti sekarang, dg segala kekurangan dan kelebihannya

Mohammad Natsir ajarkan pd saya bahwa negara ini kadang spt rumah tangga. Dalam rumah itu adakalanya sesama saudara saling berkelahi;

Kursi meja berantakan, periuk belanga beterbangan, kata Natsir. Walau keadaan itu mengenaskan, tapi rumah kita jangan kita rubuhkan;

Natsir terlibat PRRI, lelah berdebat dg Sukarno, dia gabung dg militer di Sumatera, ancam dan lawan Pemerintah pusat, lalu dirikan PRRI;

Tengku Daud Bereuh mengatakan hal yg sama kepada saya, spt Natsir katakan, walau dg bahasa yg berbeda;

Lelah menuntut agar Provinsi Aceh dipertahankan jangan dibubarkan, akhirnya beliau gunakan senjata melawan Pemerintah Pusat;

Namun para pendahulu kita itu, walau sangat marah kpd Pemerintah Pusat, mereka tak ingin robohkan negara. Mrk tetap inginkan Negara RI;

Di masa sekarang, perbedaan pendapat dan kepentingan tetap dan akan selalu ada. Pesan saya, tetaplah bertindak di jalan konstitusional;

Jangan kt terlibat konflik spt masa 20 tahun pertama kemerdekaan bangsa kt. Mari selesaikan perbedaan antara kita tetap dg cara2 damai

Jangan kita terlibat perang saudara spt di masa lalu, yg sekarang sdg terjadi di negara2 Arab spt Suriah;

Yang harus kita utamakan adalah jaga keselamatan rakyat. Jangan korbankan rakyat karena perbedaan kepentingan elit politik;

Krisis politik 1998 memberi banyak pelajaran utk kita renungkan. Bangsa ini terpukul krisis moneter, yg berdampak langsung pd ekonomi;

Krisis ekonomi dg mudahnya menggoyang stabilitas politik, yg memberikan respons yang tdk tepat terhadap krisis;

Untung Suharto tdk spt Ghaddafi, Mubarak atau Assad. Suharto relatif cepat mundur scr konstitusional, sblm bangsa ini perang saudara;

Saya melihat gejala krisis ada pd bangsa kita sekarang. Saya mengajak semua pihak, kedepankan hukum dan konstitusi, gunakan cara2 damai!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s