ANAK HATTA RAJASA HANYA DIVONIS 5 BULAN

Posted: Maret 25, 2013 in Hukum & Kriminal

Tanpa ditahan, Rasyid bisa ke luar negeri

JAKARTA – Hakim pengadilan Negeri Jakarta Timur hanya menjatuhkan vonis 5 bulan penjara dengan percobaan 6 bulan kepada M. Rasyid Amrullah Rajasa, terdakwa kasus kecelakaan maut, Senin (25/3). Namun vonis tersebut terbilang ringan dari tuntutan JPU yang menuntut 8 bulan penjara.

Dalam putusan perkara nomor 151/PID.SUS/2013/PN.JKT.TIM itu, majelis hakim menilai Rasyid terbukti telah melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 310 ayat 4 dan ayat 2 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan .

“Menjatuhkan pidana penjara selama 5 bulan dengan masa percobaan 6 bulan kepada terdakwa M. Rasyid Amrullah Rajasa dan denda Rp 12 Juta dengan ketentuan apabila tidak dilaksanakan akan diganti pidana kurungan 6 bulan,” ujar ketua majelis hakim, Suharjono saat membacakan amar putusan.

Majelis hakim beralasan, hukuman yang dijatuhkan itu didasarkan pada teori pidana restoratif justice yang menganggap pidana bukanlah sekedar hukuman balas dendam atas kesalahan seseorang, melainkan dilihat dari aspek sosiologis subyek hukum.

Majelis hakim menganut perkembangan teori pemidanaan yang berkarakteristik restoratif justice, perkembangan teori pemidanaan yang dilihat dari para korban, serta teori pemidanaan bukan sebagai area balas dendam melainkan perlu dilihat faktor sosial, dan terciptanya keseimbangan masyarakat terutama dari para pihak menjadi landasan majelis menjatukan hukuman.

“Mempertimbangkan akan sikap terdakwa yang bertanggung jawab, terdakwa aktif menolong korban dan tidak melarikan diri, terdakwa dan keluarganya memberikan perhatian begitu besar kepada korban dengan membiayai perawatan dan berjanji akan membiayai pendidikan anak korban,” jelas hakim anggota Janiko MH Gris.

Majelis hakim juga mempertimbangkan status Rasyid yang masih belajar di London, masih muda, telah meminta maaf kepada korban sebagai hal-hal yang meringankan pula dalam menjatukan pidana.

“Hal-hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan dalam persidangan, masih muda dan berstatus mahasiswa semester akhir dan meminta maaf kepada korban,” terang hakim Janiko.

Disisi lain JPU, Tengku Rahmat mengaku belum bisa melakukan penahanan kepada Rasyid, karena tidak adanya perintah penahanan kepada terdakwa dari majelis hakim.

“Tidak ada penahanan, ini akan kita lihat proses belum sepenuhnya inkrach sampai masa 7 hari dihitung ke depan,” ungkap JpU,

JPU pun berjanji akan mengkaji lebih lanjut putusan itu, dan belum memutuskan apakah pihaknya akan banding atau tidak.

“Kami mempunyai waktu 7 hari setelah itu akan kita lihat apakah akan banding atau tidak,” terangnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan penasehat hukum dalam replik dan dupliknya di persidangan Senin pekan lalu, sama-sama ngotot pada pendirian masing-masing. JPU menilai Rasyid harus dipidana selama 8 bulan penjara dengan masa percobaan selama 12 bulan penjara. Sementara tim penasehat hukum Rasyid sebaliknya, meminta terdakwa harus dibebaskan karena analisis yuridis dan sosiologis di persidangan justru meringankan Rasyid.

JPU sendiri dalam tuntutannya hanya menuntut ringan anak Hatta Rajasa itu, Rasyid dituntut 8 bulan penjara dengan masa percobaan selama 12 bulan penjara, serta denda Rp 12 juta subsider enam bulan kurungan.

Menurut JPU, Rasyid dianggap terbukti melanggar Pasal 310 ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan karena menyebabkan korban meninggal dunia, dan Pasal 310 ayat (2) karena menyebabkan luka ringan dan kerusakan kendaraan dan/atau barang.

Dalam sidang vonis itu, ibunda Rasyid, Oktiniwati Ulfa Dariah tampak hadir di kursi duduk pengunjung dengan didampingi keluarga lainnya, namun sang ayah, Hatta Rajasa tidak tampak hadir.

Sekedar mengingatkan, peristiwa kecelakaan maut yang dialami Rasyid itu terjadi pada 1 Januari 2013 sekitar pukul 05.45 WIB. Saat ia mengendarai mobil BMW X5 bernomor polisi B-272-HR menabrak bagian belakang mobil Luxio bernomor polisi F-1622-CY di Tol Jagorawi arah selatan KM 35.00

Akibat kecelakaan tersebut, lima orang terpental dari mobil yang dikendarai Frans Joner Sirait (37) hingga menewaskan Harun (57) dan M. Raihan (14 bulan), sementara 3 lainnya hanya luka-luka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s