Petani Tebu Diminta Perbaiki Tanam Tebu

Posted: April 2, 2013 in Bisnis dan Ekonomi

Surabaya-Berbagai upaya dilakukan Dinas Perkebunan Jawa Timur untuk bisa meningkatkan rendemen tebu tahun ini. Hal itu dilakukan agar produksi gula terus membaik. Dengan demikian, Jatim bisa memberi kontribusi lebih terhadap produksi nasional yang ditarget mencapai 2,8 juta ton tahun 2013 dan 3,1 juta ton tahun 2014. Tahun 2012 lalu, Jatim berkontribusi 48 persen terhadap produksi nasional yang mencapai 2,5 juta ton.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur, Ir Samsul Arifien MMA, untuk bisa meningkatkan rendemen maka harus ada perbaikan dari segi on farm dan off farm. Dari segi on farm, Samsul mengatakan harus dilakukan pembinaan terhadap petani. Petani tebu akan dilakukan pendampingan oleh petugas TKP (tenaga kontrak pendamping). Saat ini sudah ada sebanyak 146 orang yang tersebar di seluruh provinsi Jatim.

“Petani tebu akan dibina tentang sapta usaha tani, mulai dari cara tanam, pemilihan varietas tebu, hingga cara pemupukan dan pemeliharaan,” jelas Samsul.

Upaya lain yang dilakukan Dinas Perkebunan Jatim adalah penataan varietas tebu. Samsul berharap petani tebu makin banyak menanam varietas tebu sesuai dengan masa masaknya tebu. Karena masih banyak petani yang tidak memperhatikan masa tanam sesuai dengan varietasnya yang berakibat pada menurunnya rendemen tebu.

“Kalau rendemen turun, itu karena petani banyak menanam masa akhir. Biasanya kalau pabrik gula (PG) yang giling dimulai dengan rendemen rendah,” paparnya.

Untuk masa awal yang biasanya panen pada bulan Mei-Juni, maka varietas yang digunakan yaitu tebu jenis PS 881. Selanjutnya masa tengah mengguanakan varietas PSJT 941, VMC, dan PS 862 yang bisa dipanen pada bulan Juli-September. Terakhir jenis tebu BL (Bululawang) yang dipanen pada bulan Oktober-November.

Sementara dari segi off farm, Samsul mendesak agar seluruh PG di Jawa Timur menerapkan penetapan rendemen dengan ARI (Analisa Rendemen Individu). “Itu dilakukan agar petani lebih bergairah untuk memperbaiki cara tanam mereka,” jelasnya.

Adapun PG yang sudah menerapkan ARI sejauh ini sudah ada empat, yakni PG Mojopanggung di Tulungagung, PG Ngadirejo di Kediri, PG Pesantren di Kediri. Ketiganya merupakan PG milik PTPN X. “Satu lagi yaitu PG Krebet di Malang milik PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Tahun ini rencananya ada 7 PG lagi yang akan menerapkan ARI. Tapi kita lihat dulu, karena masih dikaji. Teknologinya system tersebut tidak mahal Cuma petugasnya yang harus jeli,” pungkasnya.

Iklan
Komentar
  1. hadi berkata:

    kebanyakan PG. mempolitisasi pada rendemen sehingga petani dirugikan. saya meragukan tes rendemen yang dilakukan PG. kami sebagai petani merasa kecewa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s