Dukung Pelestarian Tembakau, Disbun Jatim Usulkan RPP

Posted: April 10, 2013 in Bisnis dan Ekonomi

Dinas Perkebunan Jawa Timur berniat mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) Tembakau guna melestarikan jenis-jenis tembakau di Jawa Timur. Kurang lebih 2 bulan mendatang, RUU tersebut diharapkan sudah bisa diusulkan ke Pemerintah Pusat.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Jatim, Ir Moch Samsul Arifien MMA, substansi dalam RUU itu untuk melindungi kelestarian tembakau serta memelihara keragamannya, sehingga dapat dicegah kehilangannya yang potensial untuk pemuliaan tanaman di masa depan.

“Tujuannya RUU itu untuk melindungi petani. Itu usulan dari tim revitalisasi tembakau Jatim yang berasal dari biro ekonomi Universitas Jember (Unej), para pakar tembakau, Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (BALITTAS) Malang. Kajian akademinya sudah selesai,” jelasnya.

Ia memandang Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan membuat sebagian petani melakukan diversifikasi dan ganti komoditi. Apalagi Kementrian Pertanian sudah menghimbau petani untuk diversifikasi tanaman tembakau ke tanaman lain. Bukan tidak mungkin lambat laun komoditi tembakau akan mengalami kepunahan.

Akan tetapi dengan dibuatnya RUU Tembakau, maka kearifan lokal bisa dipertahankan. “RUU Tembakau kedudukannya lebih tinggi lagi dari pada Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012. Itu melindungi petani. Jangan sampai suatu saat nanti kearifan lokal hilang. Jangan sampai seperti tembakau Deli yang sekarang sudah habis,” ungkapnya.

Karena itu, sebagai provinsi yang dianugrahi berbagai kekayaan alam terutama melimpahnya jenis tembakau, maka Disbun akan mempertahankan jenis-jenis tembakau yang saat ini masih ada. Menurut Samsul, banyak jenis tembakau yang tumbuh dan masih dilestarikan oleh petani. Diantaranya tembakau na oogst, tembakau Virginia, tembakau, serta tembakau kesturi. “Semuanya akan kita pertahankan,” singkat Samsul.

Sebagai infromasi tambahan, hak petani untuk menanam tembakau sudah dilindungi Pasal 6 UU No 12 tahun 1972 yang menyebutkan petani memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan jenis tanaman dan pembudidayaannya.

Lebih dari 100 jenis tembakau dihasilkan di Indonesia. Dari 200 juta kilogram tembakau yang diproduksi tiap tahunnya di Indonesia, 70% adalah jenis Rajangan yang lazim digunakan untuk membuat rokok kretek.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s