Jawa Timur Kembangkan Varietas Baru Bibit Tebu

Posted: April 10, 2013 in Bisnis dan Ekonomi

Dinas Perkebunan Jawa Timur bekerjasama dengan pihak terkait tengah melakukan upaya untuk pengembangan varietas baru bibit tebu khusus untuk lahan kering, terutama di kawasan Madura. Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur, Ir Moch Samsul Arifien menjelaskan bahwa varietas baru tersebut belum diberi nama karena akan dikonsultasikan ke Gubernur Jawa Timur.

“Nanti kita akan sidang varietas baru bibit tebu di Jakarta. Nama belum bisa kita beri karena masih didiskusikan. Kita akan minta nama ke pak gubernur,” kata Samsul.

Samsul mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang menyusun peraturan daerah (perda) untuk mengembangkan varietas-varietas yang potensial. Tahun ini ada satu varietas baru bibit tebu yang sedang dikembangkan. Di tahun berikutnya, tidak memungkiri akan dikembangkan dua varietas bahkan sampai tiga varietas baru.

Sementara ditanya terkait proses pengembangan tebu di Madura, dikatakan Samsul bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono rencananya akan memberikan bantuan sebesar Rp 1 triliun. Bantuan tersebut berada di luar APBN.

“Itu dana di luar APBN yang digunakan diantaranya untuk pengembangan tebu. Untuk tebu kita usulkan Rp 120 miliar untuk perluasan 4000 hektar lahan tebu. Lainnya untuk jalan yang akan ditangani oleh dinas marga, saluran irigasi oleh dinas pengairan,” tuturnya.

Untuk pabrik gula yang akan di bangun, Samsul mengatakan bahwa Bupati Bangkalan sudah memberikan izin. Masalah lokasi pembangunan, terlebih dahulu akan dikaji lokasi yang tepat. “Nanti akan ditentukan mana yang paling tepat. Nunggu perizinan terpadu,” ujarnya.

Tahun ini Dinas Perkebunan Jawa Timur menargetkan bisa memproduksi gula minimal 1,3 juta ton, atau dengan target optimis bisa mencapai 1,5 juta ton. Target itu terbilang realistis mengingat ada penambahan areal sekitar 250 ribu hektar. Dinas Perkebunan akan terus menambah luas areal dibarengi dengan upaya peningkatan rendemen.

Kendati demikian, Samsul menuturkan walau tanpa ada peningkatan areal tapi dengan adanya peningkatan rendemen maka hasilnya sudah sudah bagus.

“Rendemen naik 1 persen saja kita bisa meningkatkan produksi 160 ribu ton gula dengan asumsi produksi tebu mencapai 16 juta ton,” ujarnya. Dalam merealisasikan itu saat ini sudah diteken Perda rendemen yang salah satu isinya pabrik gula akan memberi rendemen pada petani minimal 10 persen. Menurut Samsul Perda itu akan diberlakukan 3 tahun lagi.

“Jadi pabrik gula punya kesempatan untuk memperbaiki rendemennya. Begitu juga petani harus menyediakan tebu yang manis. Dinas juga begitu, ditugaskan memberi bantuan dan pengawasan serta pendampingan pada petani,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s