Bambang-Said “Jempol”

Posted: Mei 17, 2013 in Politik dan Pemerintahan

Pasangan Bakal Calon Gubernur (Bacagub) - Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Jatim, Bambang DH (kiri) - Said Abdullah (kanan), bersama sejumlah pendukungnya mengacungkan jempol saat deklarasi penetapan simbol pemenangan pilkada di Surabaya, Kamis (16/5).

Pasangan Bakal Calon Gubernur (Bacagub) – Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Jatim, Bambang DH (kiri) – Said Abdullah (kanan), bersama sejumlah pendukungnya mengacungkan jempol saat deklarasi penetapan simbol pemenangan pilkada di Surabaya, Kamis (16/5).

Pasangan Calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Bambang DH-Said Abdullah, yang diusung PDIP, telah menetapkan ikon “Jempol” sebagai ikon pemenangan. Jempol adalah organ tubuh, yang sering dipakai sebagai simbol/bahasa isyarat, yang dimegerti semua manusia.

Jempol seorang diacungkan untuk menunjukkan keutamaan dan kebajikan. Suatu yang merupakan keluhuran budi, cipta, rasa dan tindakan,yang dicita-citakan manusia. “Anda sungguh jempolan !,” sambil mengacungkan ibu jari. Ini dipakai untuk mengatakan : hebat, cerdas, baik budi, juga unggul. Juga
disebut ‘ibu jari’ karena merupakan pangkal, dasar dari yang lain.

Jempol dipilih Bambang-Said sebagai ikon karena juga tidak diskriminatif. Semua orang punya jempol. Laki-laki, perempuan, anak-anak, remaja , lansia : kakek-nenek. Jempol tidak membeda-bedakan suku, ras, etnik, bangsa, warna kulit, agama, golongan. Dengan ikon ‘jempol’, Bambang-Said meletakkan
dirinya sebagai milik semua orang tanpa membeda-bedakan latar belakang, warna kulit, asal-usul, gender, dan hal-hal yang deskriminatif.

Dengan kata lain, ‘jempol’ menjadi ungkapan tentang kesetaraan antar-manusia, karena itu selaras satu sama lain, kuat, yang menjadi dasar untuk bergerak maju.

Ketika Bambang-Said mengungkapkan, “Jawa Timur Jempol”, maka ini menjadi ungkapan cita-cita bersama, bahwa kita ingin rakyat di provinsi ini menjadi hebat, unggul, dan baik di semua bidang. Ketika kita ungkapkan : kesehatan jempol, nelayan jempol, pertanian jempol, perdagangan jempol, maka kita
ingin denyut kehidupan di semua sektor itu bergerak maju, kuat, dan hebat.

“Jempol” juga menjadi panduan sikap kepemimpinan bagi Bambang-Said. J=Jujur, E=Eling (selalu ingat/sadar atas amanat kepemimpinan), M= Mituhu (taat aturan), P = Prigel (cekatan), O = open (merawat), L = Loman (murah hati, senang berbagi dan memberi).

Kesadaran itu yang menjadi dasar keutamaan bagi Bambang-Said, ketika keduanya menerima amanat dari PDIP untuk maju dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur 2013.

Iklan

Komentar ditutup.