Pengurus Gereja HKBP Ressort Pardamean Medan Resmi Ikut Jamsostek

Posted: Mei 30, 2013 in Bisnis dan Ekonomi

Serahkan Sertifikat dan Kartu Jamsostek: Kepala Kantor                  PT Jamsostek (Persero) Cabang Belawan Panji Wibisana diwakili Kepala Bidang Teknologi Informasi Sanco Simanullang ST MT  (berkacamata) menyerahkan Sertifikat dan Kartu Peserta Jamsostek secara simbolis kepada Pengurus HKBP Ressort Pardamean Pdt. Marthin Manullang bertempat di ruang serbaguna, Jalan Toduan No 94 A Sidorejo Medan, selasa (29/5)

Serahkan Sertifikat dan Kartu Jamsostek: Kepala Kantor PT Jamsostek (Persero) Cabang Belawan Panji Wibisana diwakili Kepala Bidang Teknologi Informasi Sanco Simanullang ST MT (berkacamata) menyerahkan Sertifikat dan Kartu Peserta Jamsostek secara simbolis kepada Pengurus HKBP Ressort Pardamean Pdt. Marthin Manullang bertempat di ruang serbaguna, Jalan Toduan No 94 A Sidorejo Medan, selasa (29/5)

Medan, Sumut-Meski gereja bukanlah perusahaan, tetapi mempunyai kewajiban secara moral memberikan perlindungan kepada seluruh pelayan gerejawi terhadap resiko sosial yang bisa saja dialami pelayannya, sebab para parhalado (pengurus gereja) meliputi pendeta, bibelvrouw, diakones, sintua, dan pengurus gereja lainnya bersama keluarga adalah manusia biasa yang patut dilindungi, sehingga perlu adanya jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pemeliharaan kesehatan.

“Kami sangat memerlukan perlindungan seperti program jamsostek ini, sebab kami sebagai parhalado juga tidak luput dari berbagai resiko sosial. Akan sangat baik jika seluruh jemaat pun dapat menjadi peserta, karena bila jemaat sejahtera, gereja pun akan sejahtera,” ungkap Pendeta HKBP Ressort Pardamean Pdt. Marthin Manullang saat sosialisasi program jamsostek kepada pengurus Gereja HKBP Ressort Pardamean bertempat di ruang serbaguna, Jalan Toduan No 94 A Sidorejo Medan, selasa (29/5) sebagaimana siaran pers Jamsostek Belawan, hari ini.

Menurut Pendeta Marthin akan sangat baik jika para pengurus gereja dapat menjadi peserta jamsostek, sehingga akan lebih fokus melayani jemaat .

“Tugas seperti menjenguk orang sakit, melayat yang meninggal, pernikahan dan tugas kerohanian lainnya tidak mengenal waktu, baik siang maupun malam. Jadi perlu perlindungan bagi pelayan,” terang Pendeta yang dikenal pernah menolong Ephorus Emeritus HKBP Pdt Dr. Bonar Napitupulu saat terjatuh di jurang yang sangat dalam di Sipintu pintu Balige Kabupaten Tobasa beberapa waktu silam.

Hadir dalam acara ini pengurus gereja seperti St. OR Ambarita, St. W. Manalu, St. Drs. M. Banjarnahor MPd, St.Ir. TSR Sirait, St. J. Manik, St. W. Marpaung, St. AC. Marpaung, St. B. Silaban, St. Drs. M. Silitonga, St. T. Br. Situmeang, St. A. Siahaan, N. Siagian, Rosmauli Pangaribuan, Biv. Ronatiur Tampubolon, H. br. Sihaloho, St. M. Sihombing, St. LMH Siahaan, St. TM Siahaan, N br. Sinaga, L. br Sitompul, St. R. Aritonang, dan lainnya.

Iuran Murah

Sementara itu Kepala Kantor PT Jamsostek (Persero) Cabang Belawan Panji Wibisana melalui Kepala Bidang Teknologi Informasi Sanco Simanullang ST MT menjelaskan sejarah masuknya HKBP menjadi peserta jamsostek dimulai di Samosir tahun 2009 dimana Bupati Ir Mangindar Simbolon menyerahkan Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) pertama kepada Pimpinan HKBP, yang pada waktu itu diterima Kepala Departemen Diakonia Pdt Nelson F Siregar, di kediaman Bupati Samosir di Pangururan.

Saat ini, jelas Sanco yang didampingi Aristoteles Sitinjak dan Eka M. Panggabean, peserta jamsostek dari sektor keagamaan terus mengalami peningkatan, seperti dengan masuknya gereja BNKP, GKPI, GKPA, Pentakosta, bahkan beberapa pengurus masjid, BKM, pesantren dan pengurus keagamaan lainnya menjadi peserta.

Diakui, meningkatnya jumlah kepesertaan dari sektor keagamaan, karena dibanding dengan asuransi komersial, iuran jamsostek dirasakan lebih murah (minimal UMP/UMR), namun yang dilindungi hingga 5 orang dalam satu keluarga (suami, istri dan 3 anak dibawah 21 tahun).
Para peserta jamsostek, lanjut Sanco, kini bisa menikmati program baru layanan pemeliharaan kesehatan. Fasilitas yang dapat dinikmati peserta adalah berupa tindakan: Operasi jantung maksimal Rp 80 juta/tahun, Penyembuhan kanker Rp 35 juta/tahun, Transplantasi organ Rp 50 juta/tahun, Cuci darah Rp 700 ribu/kunjungan, maksimal 3 x seminggu, Pengobatan HIV/AIDS Rp 20 juta/tahun.
“Dengan biaya murah, menjadi peserta jamsostek, akan sangat beruntung. Dan kini, Bapak dan Ibu Parhalado menjadi tanggungjawab jamsostek setelah resmi mendaftar sebagai peserta,” tandas Sanco.

Hingga acara berakhir pukul 22.30 Wib, para peserta masih tampak antusias mengajukan sejumlah pertanyaan tentang manfaat mengikuti program jamsostek, mekanisme pendaftaran, klaim dan hak dan kewajiban sebagai peserta.

Pada akhir acara diserahkan Sertifikat tanda kepesertaa jamsostek disertai Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) kepada pengurus gereja yang diterima secara simbolis oleh Pendeta HKBP Ressort Pardamean Pdt. Marthin Manullang. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s