Pendekatan Baru Menghentikan Penularan Demam Berdarah

Posted: Juni 22, 2013 in Kesehatan

Bagaimana jika nyamuk pembawa demam berdarah tidak dapat menularkan virus ketika mereka menggigit?

Sebuah kolaborasi internasional yang dipimpin oleh Profesor Scott O’Neill dari Universitas Monash, Australia, sedang menyelidiki apakah Wolbachia dapat digunakan sebagai strategi kendali hayati yang efektif untuk menghentikan penularan demam berdarah kepada manusia.

Wolbachia adalah bakteri alamiah yang terdapat dalam tubuh hingga 70 persen dari semua spesies yang berbeda dari serangga di sekitar kita tapi tidak terdapat dalam tubuh nyamuk demam berdarah Aedes aegypti.

“Ketika disuntikkan ke Aedes aegypti, Wolbachia bertindak seperti vaksin yang mengurangi kemampuan nyamuk tersebut untuk menularkan demam berdarah di antara manusia,” kata Profesor O’Neill, Ilmuwan Pimpinan program penelitian Eliminate Dengue.

“Kami percaya bahwa strategi berbasis Wolbachia merupakan pendekatan yang praktis dan sensitif lingkungan untuk pemberantasan demam berdarah yang berpotensi untuk diterapkan di daerah yang lebih luas dengan biaya rendah,” katanya.

Program penelitian tersebut didirikan pada 2005 yang menghimpun para ahli dari seluruh dunia dengan berbagai keterampilan dan pengalaman termasuk genetika Wolbachia, biologi dan ekologi nyamuk, epidemiologi dan kontrol demam berdarah serta pendidikan dan peningkatan kesehatan.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty menyampaikan selamat kepada ilmuwan dan peneliti dari Indonesia dan Australia yang terlibat dalam proyek ini.

“Ini merupakan contoh kolaborasi ilmiah yang sangat baik di antara tetangga dekat yang menghadapi tantangan bersama kesehatan masyarakat. Saya berharap bersama mitra internasional lainnya, mereka dapat menurunkan tingkat penularan demam berdarah di Indonesia, Australia dan seluruh dunia,” ujar Dubes Moriarty.

Lokasi proyek saat ini meliputi Australia, Brasil, Cina, Vietnam dan Indonesia.

Eliminate Dengue Indonesia secara resmi diluncurkan pada September 2011 dan merupakan kerjasama antara Yayasan Tahija, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Universitas Monash di Melbourne, Australia.

Profesor O’Neill berada di Jakarta dan Yogyakarta pada 16-19 Juni sebagai bagian dari kunjungan kawasan ke Vietnam, Filipina dan Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s