Katti, ’Gadis Lokalisasi’ Peraih Beasiswa ke AS

Posted: Juli 16, 2013 in Balada Kehidupan

Shweta KattiMumbai – Hidup sama sekali tak mudah bagi Shweta Katti. Gadis 18 tahun itu tinggal dan tumbuh besar di lokalisasi terbesar di Mumbai, di ruang darurat di atas sebuah rumah bordil. Situasi yang ia hadapi sehari-hari membuatnya sulit belajar, apalagi fokus soal masa depannya.

“Waktu masih muda, sangat sulit bagi saya untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang kuhadapi,” kata Katti seperti dimuat CNN. “Bahkan, ada banyak pria yang sering mengajak saya tidur bersama.”

Trauma juga jadi bagian hidup Katti. Ia mengalami pelecehan seksual, saat berusia 11 dan 12 tahun. Sulit baginya untuk melepaskan diri dari pengalaman buruk itu. Namun, inspirasi dari ibunya, dan bantuan dari lembaga amal setempat, Katti kini lebih optimistis. Apalagi, baru-baru ini ia memenangkan beasiswa ke Bard College, New York, Amerika Serikat. Ia akan memulai kuliah musim gugur ini.

“Saya sama sekali tak ada bayangan, apa yang akan saya alami di sana, tapi saya sangat bersemangat,” kata dia. Ini akan jadi pengalaman baru untukku: tempat baru, orang baru, budaya baru.”

Inspirasi dari Ibu

Meski hidup di lokalisasi, tinggal di lingkungan pekerja seks komersial (PSK) dan para mucikari, Katti mengaku mendapat kekuatan luar biasa dari ibunya. “Ibu saya adalah inspirasi saya. Ia salah satu yang terus mendorong saya dan terus mengatakan, ‘hidupmu akan lebih baik, karena kau luar biasa’,” kata Katti. “Juga para PSK yang berada di sekitar saya. Sebab, ibu saya biasa pergi kerja di pabrik pukul 09.00, dan kembali malam pukul 19.00. Saya terbiasa menghabiskan waktu dengan mereka. Karena ibu saya, dan para PSK aku menjadi seperti ini,” kata dia.

Katti ingin belajar psikologi. Agar bisa membantu para perempuan yang ada di kampung halamannya. Gadis berkacamata itu juga berharap, kisahnya menginspirasi anak-anak lain, yang terpaksa tinggal di lokalisasi, untuk setidaknya berani bermimpi. Lalu, meraih impiannya.

“Setiap gadis memiliki sesuatu dalam dirinya sendiri. Jika diberi kesempatan, semua orang bisa melakukan seperti apa yang saya lakukan,” katanya. “Tak ada hal supranatural dalam diri saya, saya hanya beruntung mendapat kesempatan.”

Sementara, ibu Katti mengatakan, ia terpaksa membesarkan anak-anaknya di atas rumah bordil. Sebab, hanya di situ ia bisa membayar sewa. Namun, ia terus memimpikan dan mendoakan kehidupan yang lebih baik untuk anak-anaknya. “Sejak putri saya lahir, saya ingin ia bisa membaca dan menulis,” kata dia. “Saya tak ingin ia menjalani hidup seperti Saya.” Dan kini, harapannya terwujud.

Pengalaman hidup Katti yang luar biasa menjadi perhatian global. Newsweek memasukkannya dalam daftar 25 perempuan luar biasa yang berusia di bawah 25 tahun. Dan pencapaiannya mungkin tak akan mungkin dicapai tanpa bantuan Kranti, lembaga amal yang memberdayakan perempuan di lokalisasi Mumbai.

“Orang-orang melihatnya dan berpendapat, ‘kasihan, mereka adalah korban. Mereka menderita dan mengalami hidup yang mengerikan,” kata pendiri Kranti, Robin Chaurasiya. “Tapi faktanya, orang-orang yang mengalami situasi semacam ini, kehidupan sedemikian keras, menurut saya, mereka bisa jadi pemimpin luar biasa.” (liputan6.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s