PPATK MENDAPATKAN PREDIKAT TERBAIK TUJUH TAHUN BERTURUT-TURUT

Posted: September 14, 2013 in Politik dan Pemerintahan

Jakarta, 13 September 2013 – Meski usia Pusat Pelaporan dan Analisisi Transaksi Keuangan (PPATK) masih “belia”, tapi sudah tujuh tahun berturut-turut mendapatkan predikat tertinggi yakni : Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kepala PPATK, Dr. Muhammad Yusuf menerima pengharggan ini dari Wakil Presiden RI, Boediono pada hari Kamis (12 September 2013) di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan RI. “Penghargaan WTP ini merupakan penghargaan yang ke-tujuh yang kami peroleh secara berturut-turut” ujar Muhammad Yusuf. Keberhasilan PPATK mendapatkan opini WTP karena dinilai pengelolaan keuangan sudah dilakukan secara tertib, efesien, transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sejatinya prestasi gemilang ini tidak hanya diperoleh atas penilaian BPK, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta pun memberikan penghargaan kepada PPATK sebagai “Pengelola Keuangan Negara Terbaik”. Selain itu PPATK menerima pula penghargaan dari Kementerian Keuangan atas kinerja e-Procurement PPATK, yang telah menerapkan lelang secara elektronik melalui LPSE Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan menilai dari Januari 2012 sampai dengan akhir September 2012, PPATK telah berhasil melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp.10.749.526.242. Penghargaan ini merupakan yang ketiga kalinya dalam kurun waktu 3 tahun penerapan lelang secara elektronik di PPATK.

Dalam kesempatan yang sama, juru bicara PPATK, Kairo Silalahi menyampaikan pula bahwa “Pencapaian penghargaan yang diperoleh ini berbanding lurus dengan kinerja yang dilakukan oleh PPATK dengan semakin meningkatnya penerimaan laporan yang disampaikan oleh Penyedia Jasa Keuangan (PJK) dan Penyediaan Barang dan Jasa (PBJ) kepada PPATK”. Kairo Silalahi memamparkan pula dari Januari 2003 hingga Agustus 2013 PPATK telah menerima Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) dan Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT) sebanyak 13.419.143 laporan.

Selama bulan Agustus 2013 saja PPATK telah menyampaikan Hasil Analisis (HA) kepada penyidik sebanyak 18 HA, dengan 12 HA diantaranya merupakan HA Inquiry (permintaan dari penyidik) dan 6 HA merupakan HA proaktif yang disampaikan oleh PPATK kepada penyidik. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah HA terindikasi korupsi ini meningkat sebanyak 1,8 persen.

Selain itu selama Januari sampai dengan Agustus 2013 PPATK telah menyampaikan sebanyak 25 Hasil Pemeriksaan (HP) kepada penyidik, 5 HP diantaranya disampaikan ke Penyidik Kepolisian, 9 HP ke Penyidik Kejaksaan, 10 HP ke Penyidik Kepolisian dan Kejaksaan, dan 1 HP ke Penyidik KPK. Sementara itu, terkait dengan putusan pengadilan, selama Januari 2013 s.d. Agustus 2013 terdapat 5 putusan pengadilan terkait TPPU. Bila diakumulasikan sejak Januari 2005, jumlah putusan pengadilan terkait TPPU tercatat sudah sebanyak 98 kasus dengan hukuman maksimal 17 tahun dan denda maksimal Rp15 Miliar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s