Pengusaha Ancam Kerek Harga Mamin

Posted: September 17, 2013 in Bisnis dan Ekonomi

JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah semakin membebani pelaku industri makanan dan minuman. Setelah menghitung kenaikan ongkos produksi, kemungkinan pelaku bisnis bakal mengerek harga makanan dan minuman dalam waktu dekat.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani mengatakan, untuk mengimbangi kenaikan beban produksi, strategi menaikkan harga jual bisa menjadi salah satu alternatif solusi. “Kenaikan harga makanan dan minuman sekitar 5 persen-10 persen,” katanya, Senin (16/9).

Menurut Franky, kenaikan harga jual produk makanan dan minuman ini akan mulai direalisasikan di akhir kuartal III-2013 hingga awal kuartal IV-2103. Artinya, kenaikan harga makanan dan minuman bakal terjadi sekitar akhir September-Oktober 2013.

Franky menjelaskan, strategi menaikkan harga jual produk makanan dan minuman dilakukan pebisnis setelah efisiensi dan penghematan ongkos produksi sudah dilakukan secara maksimal. Maklum saja, sekitar 70 persen dari kebutuhan bahan baku industri makanan dan minuman masih diimpor.

Menurut Franky, dampak terbesar dari pelemahan nilai tukar dialami oleh industri bahan makanan yakni tepung terigu. Pasalnya, gandum yang menjadi bahan baku tepung terigu masih harus diimpor.

Nah, peningkatan beban yang dialami industri terigu otomatis bakal berimbas pada industri makanan olahan yang berbahan baku tepung terigu. Industri lain yang juga terpukul pelemahan rupiah adalah industri makanan berbahan baku daging sapi dan industri minuman yang berbahan baku sari buah impor. Sebab, “Industri kita masih butuh banyak impor pemanis,” kata Franky.

Sebelumnya Direktur Utama Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk Joko Mokoginta mengatakan, perusahaan mulai merasakan dampak pelemahan rupiah. Tiga Pilar harus menghadapi kenaikan beban ini karena sebagian besar bahan baku seperti terigu dan gandum masih diimpor.

Opsi meningkatkan harga jual pun menjadi langkah yang sedang dipertimbangkan oleh perusahaan. “Kami mencari cara untuk dapat menyeimbangkan kenaikan harga bahan baku sehingga margin dapat terjaga,” ungkap Joko belum lama ini.

Hal senada diutarakan Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Jawa Timur (Jatim) Yapto Willy Sinatra. Dikatakan Yapto, jika dalam dua bulan kondisi pelemahan rupiah dan kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) tidak juga membaik, para pengusaha berancang-ancang menaikan harga jual produk mamin.

Seperti diketahui, Bank Indonesia menaikkan BI Rate naik menjadi 7,25 persen. Menurut Yapto, kenaikan harga mamin memang realistis mengingat selama ini industri mamin mengandalkan bahan baku dari impor. Komponen impor-nya mencapai 30 persen dari total kebutuhan produksi.

“Kami mengandalkan impor untuk pemenuhan bahan baku. Jadi kalau kondisi ini tidak berubah, sangat mungkin para pengusaha akan melakukan koreksi harga karena sekarang hampir tidak punya pilihan lain,” kata Willy saat dihubungi, Senin (16/9).

Willy mencontohkan sejumlah bahan baku produk industri mamin yang sangat mengandalkan impor. Beberapa bahan baku, misalnya gandum, kedelai, gula, daging dan jagung masih dipenuhi dari impor dengan prosentase sekitar 15% hingga 20%. Sementara bahan baku lokal mencapai sekitar 80% hingga 85%.

Kondisi ini kata dia sudah mulai terasa terutama dengan naiknya ongkos produksi. Meski begitu untuk saat ini pengusaha menurut Willy masih bisa menahan diri.

“Tetapi itu (menahan diri) tidak bisa selamanya. Kami sangat berharap pemerintah melakukan tindakan cepat. Kami rasa bukan cuma industri mamin saja, industri lain yang juga mengandalkan impor untuk bahan bakunya juga situasinya hampir sama,” jelas Willy.

Di Jawa Timur sebenarnya prospek industri mamin cukup menggembirakan. Sebelum nilai rupiah turun dan BI Rate naik, industri ini mencatat pertumbuhan 20 persen. Demikian juga secara nasional, pertumbuhan industri Usaha Kecil dan Menengah (UKM) industri manufaktur naik sebesar 4,48 persen dengan kenaikan di industri makanan sebesar 10,76 persen dan industri minuman 9,41 persen. kontan, suarasurabaya.net

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s