Kabupaten Ponorogo Berkomitmen Meningkatkan Penanganan Pasien Kesehatan Jiwa Menuju ‘Ponorogo Bebas Pasung’

Posted: November 2, 2013 in Kesehatan

Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Ponorogo, RSJ Menur Surabaya dan Kampanye Kesadaran Publik “Lighting the Hope for Schizoprenia” di Wilayah Jawa Timur

Ponorogo, Jawa Timur, 29 Oktober 2013 – Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Rumah Sakit Jiwa (RSJ)
Menur Surabaya dan Kampanye Kesadaran Publik “Lighting the Hope for Schizophrenia” hari ini
menyaksikan pelepasan salah satu Orang Dengan Skizofrenia (ODS) yang dipasung oleh keluarganya di
daerah Ponorogo.

Pelepasan ODS tersebut dilakukan di rumah di tengah keluarga pasien yang bersangkutan, dan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Ponorogo Hj. Yuni Widyaningsih, SH, MSi, dokter dari RSJ Menur Surabaya dan Puskesmas Paringan, serta inisiator Kampanye Kesadaran Publik ““Lighting the Hope for Schizophrenia” dari Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) dan Asosiasi Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Indonesia (ARSAWAKOI).

Sebelumnya, dalam pernyataan yang disampaikan di sela‐sela acara ramah tamah di kantor Bupati
Ponorogo sebelum acara temu media di Puskesmas Paringan, Bupati Ponorogo, H. Amin, SH, MH
menyatakan, “Pemerintah Kabupaten Ponorogo sangat menghargai kemitraan antara pemerintah, RSJ
Menur dan inisiator Kampanye Kesadaran Publik ‘Lighting the Hope for Schizophrenia’ ini, untuk
meningkatkan pemahaman masyarakat dan kapasitas tenaga medis dalam penanganan isu kesehatan
jiwa di Ponorogo.

Meskipun sering dilupakan dan bahkan dikucilkan, pasien gangguan jiwa berat harus ditangani dengan pengobatan yang tepat, sehingga mereka dapat kembali produktif dan hidup di tengah masyarakat. Pelepasan ODS hari ini sekaligus menggarisbawahi komitmen kami terhadap penanganan isu kesehatan jiwa di Kabupaten Ponorogo, serta paling tidak mengurangi stigma masyakarat terhadap skizofrenia dan ODS”.

Acara pelepasan ODS hari ini dilakukan mengikuti Program Pelatihan Penatalaksanaan Kesehatan Jiwa
yang diselenggarakan melalui kerjasama antara Kementerian Kesehatan, Persatuan Dokter Spesialis
Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dan RSJ Menur Surabaya pada tanggal 27‐28 Oktober 2013, yang
diikuti oleh 42 dokter umum, tenaga perawat dan kader dari berbagai puskesmas di Kabupaten
Ponorogo. Selama dua hari pelatihan, peserta dibekali dengan pengetahuan dan dipersiapkan untuk
mampu turun ke lapangan menangani penderita gangguan jiwa berat di Ponorogo.

Targetnya, program pelatihan ini akan dilakukan secara berkala setiap empat bulan, dimana para peserta yang telah dilatih akan terus dimonitor dan didampingi oleh tenaga ahli dari RSJ Menur Surabaya serta akan diikutkan pada program pelatihan tahap berikutnya sebagai pelatih untuk tenaga medis dan kader yang lain.

Kabupaten Ponorogo dipandang sebagai salah satu kabupaten di Indonesia yang pemerintah daerahnya
memiliki komitmen kuat terhadap perwujudan fasilitas dan kapasitas yang memadai untuk menangani
isu‐isu terkait kesehatan jiwa. “Puluhan penderita gangguan jiwa di Kabupaten Ponorogo hidup dengan
pasungan.

Dari catatan Dinas Kesehatan setempat, terdapat 81 penderita gangguan jiwa yang dipasung
oleh keluarganya yang tersebar di seluruh kecamatan di Ponorogo. Jumlah ini meningkat dibandingkan
tahun sebelumnya yang berjumlah 68 orang, dan kasus pasung dijumpai 5 kecamatan dari 21 kecamatan
di Kabupaten Ponorogo”, tambah Hj. Yuni Widyaningsih, SH, Msi, ketika menyaksikan prosesi pelepasan
ODS hari ini.

“Selain karena permasalahan ekonomi, keputusan pemasungan juga berdasarkan pertimbangan
keselamatan jiwa baik bagi penderita maupun masyarakat. Gangguan kesehatan jiwa ini juga disebabkan
oleh faktor internal yaitu faktor keturunan,” Direktur RSJ Menur Surabaya dr. Adi Wirachjanto, MKes,
yang juga mewakili ARSAWAKOI. “Merefleksikan kenyataan tersebut, kami mendukung upaya
Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam menggalang birokrasi yang ada di tingkat kecamatan sampai
desa untuk memberikan perawatan dan perlakuan yang tepat bagi ODS, antara lain dengan mendorong
keluarga dan komunitas untuk tetap melibatkan ODS dalam komunikasi sehari‐hari dan sosialisasi
dengan lingkungan di sekitar mereka”.

“Skizofrenia merupakan penyakit medis kronis yang membutuhkan kepatuhan pengobatan agar gejala
dapat dikontrol, karena lalai pengobatan 1 hari dalam setahun saja meningkatkan risiko untuk
perawatan di rumah sakit, dan data menunjukkan diperkirakan 3 dari 4 pasien lalai minum obat”, jelas
perwakilan PDSKJI dr. Yulius Effendi, SpKJ dalam paparannya kepada media.

“Oleh karena itu, kami menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk menerapkan pendekatan terapi edukasi, komunitas dan medis melalui pemberian suntikan jangka panjang generasi terkini atau atypical long acting injection yang diberikan hanya 2 minggu sekali. Harapan kami apabila kepatuhan pengobatan dapat dikontrol, fokus tenaga medis akan lebih ditekankan pada aspek terapi edukasi dan komunitas, sehingga harapan ODS dapat kembali aktif, produktif dan kembali ke masyarakat dapat menjadi kenyataan.”

Juga inisiator utama Kampanye Kesadaran Publik “Lighting the Hope for Schizophrenia”, Ketua KPSI
Bagus Utomo mengungkapkan, “Sebagai pihak yang dekat dengan penderita skizofrenia, kami sangat
menyambut baik inisiatif ini. Kami harap semakin banyak masyarakat yang mengerti tentang skizofrenia,
sehingga apabila ada penderita skizofrenia di lingkungan mereka, mereka menjadi peduli dan bahkan
membantu penderita skizofrenia tersebut untuk sembuh. KPSI terbuka untuk seluruh masyarakat
Indonesia yang ingin berbagi cerita dan pengalaman sehingga tidak hanya membantu penderita untuk
sembuh namun untuk terus menguatkan keluarga agar tetap menyayangi anggota keluarga mereka yang
terkena skizofrenia.”

Pada kesempatan yang sama, hari ini Kampanye Kesadaran Publik “Lighting the Hope for Schizophrenia” juga mengumumkan 5 (lima) orang jurnalis yang berhasil menjadi pemenang kompetisi penulisan jurnalistik yang diselenggarakan sejak peluncuran resmi kampanye di bulan Agustus yang lalu. Kelima pemenang tersebut adalah adalah Rizky Khairunnisa (Healthy Life), Aries Kelana (Gatra), Adhitya R (Kompas), Titis Nurwulan S (Dokter Kita), dan Syatrya Utama (Agrina.com).

“Kami sangat berterima kasih kepada rekan‐rekan jurnalis yang telah berupaya menuliskan isu dan
permasalahan seputar skizofrenia di media masing‐masing. Tentunya ini sangat membantu meningkatkan pemahaman publik terhadap skizofrenia. Harapan kami, semoga semakin banyak orang
yang terbuka dan mau memberikan solusi untuk permasalahan ini,” tutup Bagus Utomo.

Profil Penggagas dan Pelaksana Kampanye Kesadaran Publik “Lighting the Hope for Schizophrenia”

PDSKJI Merupakan perhimpunan para dokter spesialis di bidang kejiwaan menjalani pendidikan berdasarkan ketentuan yang telah disahkan oleh Kolegium Ilmu Kedokteran Jiwa (Psikiatri) Indonesia dan telah mendapat rekomendasi (pengakuan) oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI).

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa memberikan pelayanan kesehatan jiwa, melalui upaya promotif‐preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara holistik, berbasis rumah sakit
maupun komunitas. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di http://www.pdskji.org.

ARSAWAKOI

Adalah asosiasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dan Rumah Sakit Jiwa Ketergantungan Obat (RSKO) Indonesia, miliki pemerintah pusat, pemerintah daerah dan swasta. Visi organisasi ini adalah mewujudan masyarakat sehat jiwa dan terbebas dari gangguan penggunaan napza yang mandiri dan berkeadilan. Beberapa tujuan utama organisasi ini antara lain meningkatkan mutu Rumah Sakit Jiwa dan RSKO di Indonesia dalam menjalankan tugasnya di bidang pelayanan kesehatan jiwa dan masalah lain terkait
bagi masyarakat dan pengembangan pelayanan serta kemampuan bersaing secara sehat dalam era globalisasi. Saat ini telah terdapat 33 RSJ dan 17 RSKO berada di bawah nangunan ARSAWAKOI. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di http://www.arsawakoi.org.

KPSI Adalah komunitas yang didirikan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat di Indonesia mengenai penyakit kejiwaan dengan kegiatan antara lain informasi online, workshop, seminar edukasi, serta dukungan pada pasien dan keluarganya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s