Irman : Tahun 2014 saatnya Indonesia akhiri masa transisi

Posted: November 9, 2013 in Politik dan Pemerintahan

Ketua DPD RI Irman Gusman menyatakan demokrasi di Indonesia yang tercatat masih berada di tahap transisi perlu segera diakhiri. Tahun 2014, dinilai sebagai momentum yang pasling pas untuk mengakhiri masa transisi yang telah berlangsung selama 15 tahun lamanya.

“15 tahun lamanya demokrasi berada pada masa transisi, dan saatnya Pemilu 2014 mendatang kita akhiri masa transisi ini dengan memilih pemimpin yang amanah,” katanya dihadapan sekitar 2000 mahasiswa yang hadir dalam Dialog Kebangsaan bertajuk “Mencari Negarawan Visoner” di Auditorium Airlangga, Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat (8/11).

Menurutnya, pelaksanaan demokrasi di Indonesia belum masuk dalam makna yang substantif, melainkan sebatas prosedural semata. Maka, dibutuhkan pemimpin yang mengerti keinginan rakyat dan mau melayani rakyat, agar tidak berlaru-larut berada dalam tahap transisi.

“Masa transisi itu harus dihentikan, karena itu pilihlah pemimpin yang melayani rakyat, jangan terpesona dengan janji, tapi lihatlah buktinya,” katanya.

Irman berharap mahasiswa dapat menjalankan perannya untuk mengawal proses Pemilu 2014 mendatang, tidak hanya untuk pemilihan presiden tapi juga pemilihan anggota legislatif.

Lebih lanjut Irman mengatakan, pemimpin yang amanah akan membawa kemajuan bangsa Indonesia yang dibuktikan dari berkurangnya eksport bahan mentah dan berkurangnya import barang jadi yang masuk ke Indonesia.

“Saudara jangan tertipu dengan kondisi ekonomi makro saat ini yang dikatakan baik, karena harus dicermati sampai ke bawah, terutama sesuaikan dengan ciri-ciri negara maju ” katanya.

Sementara itu Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengatakan bangsa ini perlu dipimpin oleh negarawan bukan politikus. “Ada perbedaan definisi antara negarawan dan politikus. Negarawan itu melihat masa depan bangsanya dalam kepentingan jangka panjang dalam satu generasi selama 20–30 tahun, sementara politikus hanya berfikir untuk 5 tahun saja” katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Indonesia Dr Syahrul Yasin Limpo menghimbau mahasiswa untuk mengajak masyarakat agar tidak keliru memilih pemimpin pada 2014.

“Tidak boleh salah pilih, bukan hanya soal Presiden tapi juga sampai kepada isi kabinetnya. Jangan sampai cabinet hanya terdiri dari anggota partai politik (parpol) yang merupakan bagian dari hasil balas jasa atas dukungannya saat kampanye,” tegas Gubernur Sulawesi Selatan itu.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s