LABA OPERASI SINGAPORE AIRLINES PADA KUARTAL KEDUA MENINGKAT MENJADI $87 JUTA

Posted: November 27, 2013 in Bisnis dan Ekonomi

Kuartal Kedua 2013-14

Grup Singapore Airlines meraih laba operasi sebesar US$87 juta pada kuartal kedua tahun keuangan 2013-14, atau meningkat sebesar US$17 juta (+24,3%) dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu (2012).

Pendapatan Grup mengalami peningkatan sebesar $107 juta (+2,8%) menjadi $3,901 juta dengan pertumbuhan sebesar 5.0% pada kapasitas angkut penumpang, yang sebagian diimbangi oleh penurunan yield. Kegiatan promosi yang dilakukan di tengah persaingan yang ketat dan terus menguatnya dollar Singapura terhadap mata uang utama menyebabkan pendapatan yield turun sebesar 3,5%.

Di sisi biaya, pengeluaran Grup meningkat sebesar $90 juta (+2.4%) menjadi $3,814 juta. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah staf serta biaya variabel non-BBM yang naik sejalan dengan peningkatan kapasitas. Unit biaya penumpang tetap konstan di angka 9.1 ¢/ask.

Laba bersih Grup pada kuartal kedua sebesar $160 juta, suatu peningkatan sebesar $70 juta (+77,8%) dibanding periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut terutama disebabkan oleh laba operasi yang lebih tinggi, terlihat dari pembagian laba dari perusahaan asosiasi dan mendapatkan keuntungan dari penjualan pesawat.

Hasil operasi perusahaan induk Grup Singapore Airlines pada kuartal kedua tahun keuangan 2013-14 adalah sebagai berikut:

• Laba Operasi Maskapai Induk sebesar $97 juta (Laba pada tahun 2012 sebesar $84 juta)

• Laba Operasi SIA Engineering sebesar $28 juta (Laba pada tahun 2012 sebesar $32 juta)
• Laba Operasi SilkAir sebesar $8 juta (Laba bersih pada tahun 2012 sebesar $19 juta)
• Laba Operasi SIA Cargo sebesar $31 juta (Laba bersih pada tahun 2012 sebesar $50 juta)

Laba operasi perusahaan Induk sebesar $97 juta mengalami peningkatan sebesar 15,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, setelah peningkatan pendapatan sebesar sebesar $81 juta melampaui kenaikan pengeluaran sebesar $68 juta.

SilkAir mencatat laba operasi yang lebih rendah (-$11 juta) pada laporan keuangan kuartal kedua tahun ini karena pertumbuhan jumlah angkutan penumpang tidak sebanding dengan penambahan kapasitas untuk mengembangkan pasar baru di berbagai kawasan.

Pendapatan kargo mengalami penurunan dikarenakan situasi ekonomi global yang tidak menentu dan peningkatan kapasitas menekan tingkat isian dan yields yang turun masing-masing sebesar 7,2% dan 1,8%. Meskipun demikian, rugi usaha SIA Cargo untuk kuartal kedua menyempit sebesar $19 juta menjadi $31 juta, seiring dengan upaya lanjutan untuk menyelaraskan kapasitas dan permintaan.
Semester Pertama 2013-14

Pendapatan Grup sebesar $7,741 juta naik menjadi 2,2% (+$ 170 juta) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun keuangan yang lalu, hal ini terutama dikarenakan adanya penyelesaian terkait dengan perubahan dalam slot pengiriman pesawat [lihat catatan 2 di bawah] dan pertumbuhan angkutan penumpang. Peningkatan pengeluaran Grup sebesar $7,572 juta bergerak di fase yang lebih lambat sebesar 1,9% (+$143 juta).

Alhasil, laba operasional Grup di semester pertama naik sebesar $27 juta (+19.0%) menjadi $169 juta.

Termasuk pajak write-backs, non-operasional dan perihal khusus [lihat catatan 3 di bawah], laba bersih Grup pada semester pertama meningkat sebesar $114 juta (+67,9%) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi $282 juta. Peningkatan benda non-operasional sebagian besar dari penjualan pesawat dan saham yang lebih tinggi yang berasal dari keuntungan perusahaan asosiasi dan perusahaan patungan (joint-venture).

KUARTAL KEDUA 2013-14 KINERJA OPERASI

Angkutan penumpang perusahaan induk (dalam pendapatan kilometer penumpang) meningkat sebesar 4,9% pada kuartal kedua dibandingkan dengan pertumbuhan kapasitas sebesar 3,2% (tempat duduk per Km yang tersedia). Akibatnya, tingkat keterisian penumpang meningkat sebesar 1,3% menjadi 81,1%.

SilkAir mencatat penurunan tingkat isian penumpang sebesar 3,5% menjadi 69,0%, dengan pertumbuhan sebesar 6,9% yang lebih kecil dibanding penambahan kapasitas sebesar 12,3%.

SIA Cargo mengurangi kapasitas mereka (dalam kapasitas ton-kilometer) sebesar 5,6%, sedangkan kapasitas angkut (beban ton-kilometer) turun menjadi 7,2%, sehingga mempengaruhi 1.0% penurunan tingkat keterisian kargo menjadi 61,5%.

DIVIDEN INTERIM

Perusahaan mengumumkan dividen interim sebesar 10 sen per saham (bebas pajak, one-tier), senilai $118 juta, untuk periode setengah-tahun yang berakhir pada 30 September 2013 (dibanding 6 sen dividen interim tahun sebelumnya). Dividen interim akan dibayarkan pada tanggal 3 Desember 2013 kepada pemegang saham yang tercatat sampai dengan tanggal 22 November 2013.

PENGEMBANGAN ARMADA DAN RUTE

Perusahaan Induk menerima pengiriman dua pesawat A330-300 dan dua pesawat B777-300ER selama kuartal kedua. Selain itu Perusahaan Induk juga menjual satu pesawat B777-200, dan menghentikan operasi satu pesawat B777-200 dalam rangka persiapan untuk disewakan kepada Scoot dan satu pesawat A340-500 dalam rangka persiapan untuk dijual kepada Airbus. Sampai dengan 30 September 2013, armada operasi Perusahaan Induk terdiri atas 103 pesawat penumpang yakni 56 pesawat B777, 24 pesawat A330-300, 19 pesawat A380-800 dan empat pesawat A340-500, dengan usia rata-rata 6 tahun, 7 bulan.

Armada operasi SilkAir sampai dengan 30 September 2013 terdiri atas 23 pesawat yakni 17 pesawat A320-200 dan enam pesawat A319-100. Pada bulan Oktober 2013, SilkAir menerima pengiriman pesawat A320-200 yang telah dipesan sebelumnya.

Sampai dengan 30 September 2013, SIA Cargo mengoperasikan armada yang terdiri atas sembilan pesawat kargo B747- 400.

Armada operasi Scoot sampai dengan 30 September 2013 terdiri atas lima pesawat B777-200, dan satu tambahan pesawat B777-200 yang bergabung ke dalam armada pada bulan Oktober 2013.

Perusahaan Induk akan membuat penyesuaian jaringan untuk pasar tertentu selama musim dingin utara (27 Oktober 2013 – 29 Maret 2014). Layanan ke India telah ditingkatkan dengan penerbangan harian ketiga ke New Delhi, dengan peningkatan frekuensi ini, Perusahaan Induk dan SilkAir secara total akan mengoperasikan 107 layanan penerbangan mingguan ke 11 destinasi di India. Perusahaan Induk juga telah memulai layanan penerbangan mingguan pesawat A380 sebanyak lima kali menuju Shanghai, di mana hal ini meningkatkan kapasitas kursi secara keseluruhan sebesar 12% untuk rute tersebut. Layanan penerbangan non-stop ke Los Angeles berakhir pada 20 Oktober 2013 dan penerbangan ke Newark akan berakhir setelah 23 November 2013.

SilkAir meluncurkan layanan ke Semarang dan Makassar pada kuartal kedua tahun ini, hal ini meningkatkan jumlah destinasi maskapai SilkAir ke Indonesia menjadi 11 kota. Selama 12 bulan terakhir, SilkAir telah meningkatkan frekuensi penerbangan ke beberapa destinasi di kawasan Asia Tenggara, China dan India serta memulai penerbangan ke Visakhapatnam di India. SilkAir akan memulai layanan mingguan sebanyak tiga kali ke Yogyakarta mulai 25 November 2013 yang akan meningkatkan jumlah destinasi dalam jaringan SilkAir menjadi 45 di 12 negara.

Scoot akan meluncurkan penerbangan ke Hong Kong mulai 15 November 2013 dan ke Perth mulai 12 Desember 2013, yang meningkatkan jumlah destinasi dalam jaringannya menjadi 13.

Grup SIA akan terus melakukan tinjauan pada jaringannya guna menyesuaikan jumlah kapasitas dan permintaan pasar di tengah melemahnya permintaan selama bulan Oktober/November.

HAL LAIN

Pada tanggal 24 Oktober 2013, Badan Promosi Penanaman Modal Asing (Foreign Investment Promotion Board – FIPB) India secara verbal menyetujui pengajuan Singapore Airlines untuk mendirikan perusahaan patungan dengan Tata Sons. Perusahaan patungan tersebut akan membentuk maskapai penerbangan yang berbasis di New Delhi dan akan beroperasi di bawah model layanan penuh (full-service model), di mana Tata Sons akan memiliki saham sebesar 51% sementara Singapore Airlines akan memiliki saham sebesar 49%. Setelah menerima persetujuan tertulis dari FIPB, persetujuan dari pihak bermewang lain akan diajukan, termasuk No-Objection Certificate dari Kementerian Penerbangan Sipil dan Izin Operator Penerbangan Berjadwal dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

TINJAUAN KEDEPAN

Situasi usaha di industri penerbangan tetap menantang di tengah berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global.

Pemesanan di muka untuk bulan-bulan mendatang diperkirakan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu seiring dengan upaya-upaya untuk meningkatkan tingkat isian penumpang. Namun demikian, kegiatan promosi yang terus dilakukan karena adanya persaingan yang ketat serta menguatnya Dollar Singapura diperkirakan akan menekan pendapatan per penumpang.

Permintaan kargo diperkirakan akan tetap datar karena lemahnya volume perdagangan internasional dan kelebihan kapasitas di pasar. Oleh karena itu hasil kargo cenderung tetap di bawah tekanan.

Di sisi biaya, harga bahan bakar diperkirakan akan tetap tinggi dan tidak stabil.

Di tengah adanya situasi yang menantang ini, kondisi keuangan Group SIA tetap kuat. Grup SIA akan terus memantau kondisi pasar secara ketat dan menanggapinya secara tepat, sambil memelihara kewaspadaan dalam hal pengelolaan biaya.

* * *

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s