Jamsostek Tanjung Morawa Gelar Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Bersama Kaum Buruh

Posted: Desember 22, 2013 in Bisnis dan Ekonomi

Tanjung Morawa, Sumut – Mulai 1 Januari 2014, PT Jamsostek (Persero) akan bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan ini akan melakukan inspeksi ke perusahaan ‘nakal’ yang tidak melakukan kewajibannya dalam Undang-Undang Ketenegakerjaan.

Dalam UU No. 24 tahun 2011 tentang BPJS disebutkan, terdapat sanksi yang akan diberlakukan bagi badan usaha yang yang tidak mematuhi Jaminan Sosial tenaga kerja.

Pertama adalah sanksi administratif berupa: teguran tertulis, denda, dan/atau tidak mendapat pelayanan publik tertentu oleh Pemerintah atau Pemda atas permintaan BPJS, seperti: proses ijin usaha, IMB, bukti kepemilikan atas tanah & bangunan. Kedua, Sanksi pidana: yaitu paling lama 8 (delapan) tahun atau denda paling banyak Rp 1 Miliar.

Demikian disampaikan Kakacab Jamsostek Tanjung Morawa melalui Kepala Bidang Pemasaran Jamsostek Tanjung Morawa Sanco Simanullang ST MT saat tampil sebagai narasumber pada acara sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan bagi Pengurus Komisariat Federasi Niaga, Informatika, Keuangan dan Perbankan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F Nikeuba – SBSI) PT Samawood Utama Work Industri , di Gedung Jamsostek Tanjung Morawa, belum lama ini sebagaimana siaran pers, kamis (12/12).

Turut hadir Ketua dan Sekretaris Pengurus F Nikeuba – SBSI PT Samawood Utama Work Industri Syafaruddin Nasution dan Ismail serta puluhan anggota.

Disebutkan Manullang, sanksi tersebut akan diberikan kepada perusahaan melanggar aturan seperti tidak mendaftar karyawan, tidak melaporkan jumlah karyawan dan besaran upah dengan benar kepada BPJS Ketenagakerjaan dan pelanggaran lainnya. “Kita telah menjalin kerjasama dengan pihak penegak hukum di Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi. Dan kita sudah mulai melakukan inspeksi keperusahaan –perusahaan tersebut,” jelas Manullang.

Menurutnya, pihaknya akan terus bergandengan tangan dengan lembaga seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kejaksaan, Kepolisian dan lembaga publik lain, agar pelaksanaanya efektif dilapangan.

Berubah

Kepala Bidang Pelayanan dr. Suci Rahmad MKes mengatakan, terdapat perubahan dari PT Jamsostek (Persero) kepada BPJS Ketenagakerjaan antara lain, tadinya BUMN menjadi badan hukum publik bertanggung jawab kepada presiden. kemudian, cakupan kepesertaan bersifat wajib menjadi lebih luas dimana BPJS Kesehatan diberlakukan bagi seluruh penduduk, sementara BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja.

Ditambahkan, terdapat perubahan sistem penyelenggaraan yaitu perusahaan melakukan administrasi dengan 2 BPJS dan dengan sendirinya, tenaga Kerja dilayani oleh 2 BPJS.
Sementara Perubahan Program dan Manfaat yaitu, Jaminan Pensiun berlaku bagi Tenaga Kerja Swasta dan Informal dan Jaminan Kesehatan berlaku seluruh Penduduk.

Ditambahkan, pada 1 Januari 2014, program yang akan dilayani adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian(JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) . Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) yang sebelumnya ditangani Jamsostek, akan dilepas ke BPJS Kesehatan sesuai Undang-undang. Sementara pada 1 Juli 2015, Jaminan Pensiun (JP) akan mulai dilaksanakan. Jamsostek Tanjung Morawa. Untuk pendaftaran dan pengaduan dapat menghubungi 081397298100 dan untuk pelayanan 081363008200. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s