Tidak Benar Uang JHT Raib Saat BPJS

Posted: Desember 22, 2013 in Bisnis dan Ekonomi

AUDIENSI : Kepala Kantor Cabang Jamsostek Tanjung Morawa Krista Nurhayati Siagian didampingi Kepala Pemasaran Sanco Simanullang ST MT saat menerima audiensi Pengurus Serikat Buruh Medan Independen (SBMI) Sumut Basis PT Kilang Mie Gunung Mas  rabu (18/12).

AUDIENSI : Kepala Kantor Cabang Jamsostek Tanjung Morawa Krista Nurhayati Siagian didampingi Kepala Pemasaran Sanco Simanullang ST MT saat menerima audiensi Pengurus Serikat Buruh Medan Independen (SBMI) Sumut Basis PT Kilang Mie Gunung Mas rabu (18/12).

Tanjung Morawa, Sumut – Kepala Kantor Cabang PT Jamsostek (Persero) Tanjung Morawa Krista Nurhayati Siagian menegaskan berdasarkan Undang undang No 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) khususnya pasal 62, PT Jamsostek (Persero) dinyatakan bubar tanpa likuidasi dan semua aset dan liabilitas serta hak dan kewajiban hukum PT Jamsostek (Persero) menjadi aset dan liabilitas serta hak dan kewajiban hukum BPJS Ketenagakerjaan.

“Jadi, tidak benar seperti yang diisukan oknum tertentu saat unjuk rasa beberapa waktu lalu, bahwa uang Jaminan Hari Tua (JHT) akan hilang atau raib saat pelaksanaan BPJS,” jelas Kepala Kantor Cabang Jamsostek Tanjung Morawa Krista Nurhayati Siagian didampingi Kepala Pemasaran Sanco Simanullang ST MT saat menerima audiensi Pengurus Serikat Buruh Medan Independen (SBMI) Sumut Basis PT Kilang Mie Gunung Mas rabu (18/12).
Diterangkan, BPJS Ketenagakerjaan akan menyelenggarakan program jaminan kecelakaan kerja, program jaminan hari tua, dan program jaminan kematian yang selama ini diselenggarakan oleh PT Jamsostek (Persero), termasuk menerima peserta baru. Sementara Jaminan Pemeliharaan Kesehatan akan beralih ke BPJS Kesehatan.

“Jadi, kita dinyatakan bubar, tapi tanpa likuidasi. Semua aset dan liabilitas serta hak dan kewajiban hukum menjadi aset dan liabilitas BPJS Ketenagakerjaan, termasuk juga pegawai kita otomatis menjadi pegawai BPJS,” katanya.

Selama tiga bulan pertama masa transisi, JPK Jamsostek Tetap Berlaku

Pada tanggal 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan akan menyelenggarakan program jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia termasuk tenaga kerja yang bekerja di perusahaan swasta.

Kepala Bidang Pemasaran Jamsostek Tanjung Morawa Sanco Simanullang mengungkapkan, berdasarkan Surat Edaran Bersama Direktur Utama PT Askes (Persero) dan Direktur Utama PT Jamsostek (Persero) Nomor 120 tahun 2013 dan Nomor SE/09/092013 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan oleh BPJS Kesehatan, tenaga kerja yang selama ini menjadi peserta Program JPK Jamsostek dan dialihkan ke BPJS Kesehatan akan tetap mendapatkan perlindungan yang selama ini diperoleh sesuai hak dan ketentuan yang berlaku.

“Bagi tenaga kerja yang telah mengikuti program JPK yang selama ini dikelola PT Jamsostek, kepesertaannya akan dialihkan ke BPJS Kesehatan. Bagi yang belum ikut, agar segera mendaftar ke BPJS Kesehatan,” jelas Sanco Simanullang.

Disebutkan, hak perlindungan kesehatan dapat diperoleh tentunya setelah menyelesaikan dan membayar iuran Jaminan Kesehatan terhitung mulai januari 2014 dan dibayarkan kepada BPJS Kesehatan.

“Jadi, khusus iuran kesehatan, tidak lagi ke Jamsostek seperti selama ini. Iuran yang ke Jamsostek (BPJS Ketenagakerjaan) hanya JKK, JK dan JHT. Makanya iuran JPK bulan desember harus dibayar bulan ini juga, agar dapat tutup buku dan dialihkan ke BPJS Kesehatan dengan baik,” katanya.

Ditegaskan, selama tiga bulan pertama masa transisi, peserta program JPK dan anggota keluarga yang dialihkan ke BPJS Kesehatan masih dapat menggunakan Kartu Pemeliharaan Kesehatan (KPK) dari PT Jamsostek (Persero) sebagai bukti identitas dan bukti keikutsertaan dalam program jaminan Kesehatan pada BPJS Kesehatan.

“Fasilitas kesehatan yang selama ini bekerja sama melayani peserta JPK Jamsostek tetap digunakan, begitu juga dengan fasilitas yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Tolong dihubungi BPJS Kesehatan segera, Untuk Deli Serdang, kantornya sudah ada di Lubuk Pakam,” jelasnya.

Pilih Dialog

Sementara itu, Ketua Basis Pengurus Serikat Buruh Medan Independen (SBMI) Sumut PT Kilang Mie Gunung Mas Hermanto, mengucapkan terimakasih atas pencerahan jamsostek terkait adanya isu bahwa JHT tidak aman saat BPJS Ketenagakerjaan.

“Kehadiran kami kemari atas instruksi Pak Baginda Harahap selaku Sekjen. Kami ingin mendengar secara langsung dari pimpinan Jamsostek terkait adanya rumor JHT tidak aman saat BPJS,”katanya.

Dikatakan, pihaknya lebih memilih berdialog ketimbang unjuk rasa, untuk menyalurkan aspirasi. “Kecuali pintu komunikasi tertutup dan tidak bisa dihubungi. Pun demikian, masih ada saluran lain yang lebih baik ,”jelas Hermanto didampingi Wakil Ketua Misriadi, Sekretaris Ponisa dan Bendahara Aida Pitri Septia Utari.

Menurutnya, langkah PT Jamsostek (Persero) Tanjung Morawa selama ini sejatinya patut diacungi jempol, dan bukanmenjadi sasaran unjuk rasa. Betapa tidak, lanjutnya, saat ini sampai kilang-kilang, perusahaan kecil-kecil sampai ke pelosokpun, sudah mereka tempuh untuk mengurus jaminan sosial buruh. Kerjasama dengan Disnaker, Kepolisian dan Kejaksaan pun sedang giat giatnya. untuk penindakan hukum sudah ditempuh.

“Harusnya didukung. Terkait BPJS, kami lebih memilih mengikuti dulu peraturan yang ada sembari melihat perkembangan kedepan. Bagaimana kedepan, lebih baik apa lebih buruk, saya kira bisa dibicarakan lagi solusinya,” jelasnya menyikapi aksi unjuk rasa ribuan buruh beberapa waktu lalu. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s