Dekatkan Diri dengan Keluarga Melalui Video Call

Posted: Januari 15, 2014 in Balada Kehidupan

jJoen Boediputra menyadari banyak risiko yang bakal dihadapi sehubungan dengan posisinya sebagai Operation Manager Auto 2000 Jatim Plus. Selain dituntut memiliki strategi dan inovasi untuk meningkatkan penjualan di wilayah kerjanya, risiko lain yang ditemukan ialah jauh dari keluarga.

Memang, keluarga dari alumnus salah satu Universitas di Taiwan ini berada di Medan, sedangkan dia sendiri sering berada di Surabaya. Tetapi kondisi itu tidak membuatnya berputus asa. Sebab, dengan kian canggihnya teknologi membuat jarak antara dirinya dengan keluarganya terasa dekat.

“Namanya tugas, tetap kita jalankan meski jauh dari keluarga karena sekarang teknologi bagus. Ada video call, video call yang gratis juga ada dengan menggunakan wifi. Jadi saya bisa berkomunikasi langsung dengan mereka secara tatap muka,” katanya.

Boedi mengakui kondisi sekarang memang jauh berbeda dengan dulu, saat ponsel dan teknologi lain tidak begitu canggih. Belum lagi berkomunikasi dengan sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) juga susah. Sehingga, dia harus mengatur intensitas pertemuan dengan keluarganya setidaknya sebulan sekali.

“Kalau dulu saya bertatap muka langsung dengan keluarga sebulan sekali, sekarang lebih sering karena teknologi. Tapi saya tetap pulang bertemu, kadang-kadang seminggu sekali sampai satu bulan,” jelas ayah dari dua orang putri ini.

Walau jauh, Boedi tetap didukung keluarganya dalam menjalankan profesinya itu. Boedi bergabung di Astra sejak tahun 1982. Selama 31 tahun lebih ini, dia mendapatkan banyak belajar tentang komitmen yang diajarkan oleh William Soeryadjaya (pendiri PT Astra International).

“Waktu saya bergabung dengan Astra, ownernya masih om William. Tahun 1982 Astra belum terlalu besar seperti sekarang ini. Apa yang digagas oleh Om William semuanya masih dipertahankan. Seperti komitmen beliau yang sangat tinggi. Dan itu yang membuat kenyaman bagi kita semua. Sehingga itu yang membuat kita betah kerja di Astra,” ujarnya.

Selama bekerja di Astra, Boedi mendapatkan ilmu yang menarik. “Salah satunya ialah kita diajari setinggi apapun posisi kita, dan setua apapun usia kita, proses belajar itu tetap ada. Jadi kalau di Astra kita ngajar, kita belajar, dan kita ngajar lagi itu tidak putus,” imbuhnya.

Sebelum menjadi Operation Manager Auto 2000 Jatim Plus pada tahun 2001, Boedi menjadi kepala cabang Astra di Medan. Lalu dia dipindah menjadi wakil operation manager di wilayah Jatim Plus. “Sejak berada di Medan, saya bersyukur karena bisa berkumpul dengan keluarga. Tapi saya dipindah lagi ke Jatim,” katanya.

Namun kepindahannya itu tidak mengganggu profesionalitasnya. Ia pun sudah menyiapkan beragam strategi dan inovasi untuk menaikkan penjualan di tahun ini. Kata dia, salah satu strateginya kalau dulu jualan mobil dengan mempromosikannya macam-macam, seperti undian dan lain-lain, maka sekarang ini tidak bisa hanya dengan model seperti itu.

“Kita harus memberikan pelayanan yang lebih tulus dan komprehensif kepada pelanggan,” jelas
Boedi yang memproyeksikan pertumbuhan penjualan mobil Toyota di wilayahnya mencapai 380 ribu unit. Sedangkan sampai dengan November tahun lalu, penjualan mencapai 300 ribu unit dari target 325 ribu unit. did

Iklan
Komentar
  1. oetamii berkata:

    Yup.. thanks to technology advancement..kita bisa tetap menginformasikan kondisi satu sama lain. Walaupun jarang bertemu muka..

    Thank you so much for the interview of my dad..
    GReatly appreciated..

    keep bloogginn ☺😊😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s