Comic 8 : Tiga Geng Merampok Bank dengan Modus Berbeda

Posted: Januari 18, 2014 in Life Style dan Hiburan

138569784930831_300x430Apa jadinya jika sebuah bank di Ibukota dalam satu hari disatroni oleh tiga kelompok perampok yang berbeda, dari penjahat yang amatir, profesional, sampai yang absurd? Tentu ini hanya ada dalam film Comic 8, yang diproduksi oleh Falcon Pictures dan disutradarai oleh Anggy Umbara.

Comic 8 adalah salah satu film Tanah Air yang siap hadir menghibur di awal tahun. Film garapan rumah produksi Falcon Pictures itu akan rilis pada tanggal 29 Januari 2014. Film ini bergenre comedy action yang siap membuat perut anda sakit. Bagaimana tidak, Comic 8 akan diisi oleh para stand up comedy (comic) yang biasanya tampil sendiri-sendiri kini bersatu di sebuah film.

Mongol Stres, Mudy Taylor, Ernest Prakasa, Bintang Timur, Babe Cabiita, Fico Fachriza, Arie Kriting dan Kemal akan mengalami sensasi baru bermain film, kerjaan yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan. Kisah berawal dari delapan orang yang berniat merampok sebuah bank. Padahal, delapan orang itu terdiri dari tiga kelompok yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama.

“Comic 8 menceritakan delapan orang yang berprofesi sebagai perampok tiga kelompok ini tanpa sengaja masuk ke salah satu bank di waktu bersamaan, dan konflik terbangun di situ,” ungkap Arie Keriting.

Delapan comic itu akan terbagi menjadi tiga kelompok yaitu, Kelompok The Amatir yang diisi oleh Babe, Fico dan Bintang, kemudian ada kelompok The Freaks yang diisi oleh Mongol dan Mudy Taylor dan terakhir adalah kelompok The Gangster yang diisi oleh Ernest Prakasa, Ari Keriting dan Kemal.

Ketiga kelompok itu mempunyai latar belakang serta tujuan yang berbeda dalam merampok bank. The Amatir misalnya, mereka tak berniat melakukan kejahatan, namun karena desakan ekonomi meraka mengumpulkan keberanian untuk merampok bank. The Freak layaknya Robin Hood, merampok untuk menolong orang miskin, yang dirampok pun hanya nasabah yang bermasalah di bank tersebut.

“The Amatir, tidak mempunyai latar belakang perampok,jauh dari kekerasan jadi karena ekonomi mereka memberanikan diri merampok. The Gangster, benar-benar sebagai perampok, di KTP saja perampok, profesional lah, misi kami merampok bank itu dan The Freak memang aneh saja enggak ada latar belakang perampok yang dirampok ini perampok juga. The Amatir ini modal nekad, The Gangster punya skill masing-masing, punya strategi punya kemampuan untuk merampok, dan The Freak tidak mempunyai kemampuan hanya jago bela diri,” lanjut Arie.

Selain diisi oleh para pemain baru, Indro “Warkop” dan Pandji Pragiwaksono juga hadir dalam film itu. Indro berperan sebagai dirinya sendiri seorang anak motor mantan bintang komedi sukses. Indro pun terjebak dalam perampokan beringas itu. Namun, karena kelihaiannya bernegoisasi ketiga kelompok itu dapat disatukan dan kemudian berubah.

“Aku nasabah menjadi sandera mereka tetapi karena satu dan lain hal, si Arie Kerinting penggemar aku banget, aku mau ditembak tetapi ada yang kenal aku, enggak jadi ditembak. Singkat cerita secara tidak sengaja, saya mempersatukan mereka dan mengubahnya menjadi positif,” timpal Indro.

Comic 8 bukan hanya akan mengocok perut penonton, tetapi juga banyak pesan yang diambil dari kisah delapan orang yang merampok bank. Pesan dikemas dengan sangat simpel agar mudah dicerna meskipun pesan yang disampaikan terhitung berat.

Apalagi pemain Comic 8 merupakan pemain dari stand up comedy yang biasa mengkritisi keadaan sosial. “Ini genre comedy action, komedi action dan action komedi, kita lebih berkutat pada cerita yang komedi, dimasukan juga unsur action. Kalau dibilang ada kritik sosialnya yang menjadi ciri khas mereka seorang comic,” ungkap Indro..

Berbagai macam persoalan pun dia angkat dalam film ini. Mereka mengangkat keadaan sosial, yang tengah diperbincangkan masyarakat. “Stand up comedy juga seperti itu mengungkapkan berbagai hal dari keresahan pada diri sendiri, keadaan lingkungan keanehan terhadap sebuah objek, jadi selalu ada isi dan sesuatu, ketika film ini mereka (Comic) bintangi,” jelas Indro.

Indro menjelaskan salah satu adegan di film ini. The Freak salah satu kelompok pencuri bank yang diperankan oleh Moldy Tailor dan Mongol mengeluarkan pernyataan yang menyindir korupsi yang meraja lela di Tanah Air.

“Bagaimana The Freaks ngomong seolah disalahkan, dia bilang perampok sebenarnya siapa, kita ini yang merampok sedikit, atau koruptor yang mengambil uang raykat, diakui atau tidak itu keresahan saat ini. Jangan seolah-olah perampok dan koruptor berbeda, koruptor boleh kerumah sakit dan pergi perampok tidak,” sambungnya.

Sementara Pandji yang juga sudah pernah bermain dalam film MAKE MONEY ini ternyata punya beban tersendiri saat membintangi film garapan Anggy Umbara itu. “Lebih kepada beban pekerjaannya. Karena kalau stand up kalau salah ya kita sendiri di panggung. Kalau di film, kalau salah banyak orang yang terlibat. Ada sutradara, crew, dan sebagainya,” ungkap pria kelahiran Singapura, 18 Juni 1979 ini.

Dalam film ini, Pandji berperan sebagai seorang negosiator dari pihak kepolisian. Memang tak banyak adegan yang Pandji mainkan dalam film ini. Namun, Pandji sangat merasakan kesenangan yang terjadi dalam proses syuting film COMIC 8 ini.

Selain diisi oleh para comic, Comic 8 akan diisi oleh pemain seperti Nirina Zubir, Nikita Mirzani, Kiki Fatmala, Indro Warkop, Candil, Agus Kuncoro, Boy William, Jeremy Tety, Coboy Junior, Agung Hercules, dan Ence Bagus. Selain diisi lelucon yang bisa membuat sakit perut, kita akan disajikan adegan action seperti tembak menembak dan perkelahian.

Ide Awal Film

Sementara meski mengaku sulit tertawa dalam menyaksikan komedi, sang sutradara Anggy Umbara malah menantang dirinya sendiri untuk menerima tawaran film bertema komedi. Dituturkan Anggy, tawaran datang pertama kali dari produser H.B Naveen dan Frederica di Falcon Pictures.

“Dulu itu kita kan mau bikin film judulnya ‘9’ (Nine), tentang Walisongo, tapi prosesnya lama banget musti riset segala macam. Sambil nunggu itu berjalan, kita bikin ‘8’ dulu deh,” ucap Anggy membuka cerita.

Ketika ditawari konsep komedi, Anggy berkata jujur bahwa ia awalnya kurang tertarik. Sutradara yang sebelumnya menggarap ‘Mama Cake’ dan ‘Coboy Junior The Movie’ itu kemudian menawarkan sebuah skema perampokan sebagai cerita utama yang dibungkus dengan komedi.

“Akhirnya sepakat delapan comic merampok bank, dan kakak gue Fajar Umbara nulis cerita dari story line yang gue kasih. Dia ngikutin stand up comedy, gue buta nggak pernah tahu,” terangnya.

Akhirnya dibuat sebuah simposium dan workshop bersama para comic yang terlibat. Ada Ernest Prakasa, Arie Keriting, Mongol, Mudy Taylor, Babe Cabita, Fico, Kemal Pahlevi dan Bintang.

Anggy mengatakan bahwa para comic juga memberikan ide-ide segarnya dalam cerita. Mengenai tema perampokan yang dipilih, Anggy ingin menyampaikan kritik sosial secara implisit.

“Pas gue perhatiin, stand up itu kan materinya tentang kegelisahan, kritik sosial, kerisauan kemudian dibikin jokes. Film ini sebenarnya tentang itu, tentang keresahan. Negara kita dirampok, tapi rampok sebenarnya siapa?” jelasnya.

Lewat film ‘Comic 8’, Anggy ingin tak hanya ingin membuat penonton tertawa, tapi di saat bersamaan juga merenung. “Sejauh mana kita bisa memaklumi keresahan ini? Harus terus ada yang ngingetin. Itu secara idealismenya, tapi tetap bikin film harus menghibur,” ujar sutradara yang sering tampil dengan gaya nyentrik.

Mengenai penggarapan OST. (Original Soundtrack) atau lagu temanya, lagu yang dipilih kali ini adalah lagu lawas karangan Benyamin S, Kompor Meleduk. Lagu Kompor Meleduk musisi Benyamin S ini sejatinya telah banyak digarap sebelumnya, akan tetapi para pemain COMIC 8 mengemasnya secara berbeda. Mereka turut menyertakan filler berupa refrain dari lagi Mbah Surip, Bangun Tidur dan juga Letoy dari Blackout. Sontak lagu lawas ini menjadi segar di telinga. ins

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s