Main Golf untuk Kendalikan Emosi dan Konsentrasi

Posted: Januari 18, 2014 in Balada Kehidupan

CIMG0193Bermain golf tidak sekadar olahraga dan menyalurkan hobi belaka. Banyak filosofi yang didapat di dalamnya. Bagus Febru Saptono mengakui hal itu. Bermain golf, menurut Bagus, bisa melatih konsentrasi sehingga dapat menunjang pekerjaan sehari-hari.

“Filosofi bermain golf itu sama dengan berbisnis. Punya target, punya tantangan, dan banyak hambatan. Artinya kalau mau memasukkan bola ke lubang, tantangannya ada angin, lapangan bergelombang. Padahal bolanya diam. Karena itu butuh konsentrasi penuh untuk memasukkan bola ke lubang,” katanya.

Selain itu, Construction Manager PT Pembangunan Perumahan Property (PPP) ini mengatakan saat bermain pegolf harus bisa menguasai diri sendiri dan menahan emosi. Contohnya ketika memukul bola, terkadang bola tersebut tidak mengarah ke tujuan jika disertai dengan emosi. Sama halnya dengan menjalankan bisnis. Bagus berpendapat, seorang petinggi perusahaan apabila menjalankan bisnis penuh emosi, maka dia tidak akan fokus pada tujuan.

“Kita mau tujuannya kencang kalau stik golfnya tidak lurus maka bolanya akan lari. Karenanya kita jangan terpancing emosi. Di perusahaan juga demikian, kalau kita ingin secepatnya mencapai target tapi kalau emosi target kita bisa lepas,” jelasnya.

Bagus menilai bahwa emosi itu sumber dari kekalahan. Dalam permainan golf, musuh kita sebenarnya ialah diri kita sendiri. Sehingga kesabaran dan konsentrasi menjadi poin utama yang harus dimiliki pegolf. Selain itu, stik juga mempengaruhi berhasil atau tidaknya seorang pegolf.

Dia mengibaratkan stik golf sebagai tool dalam perusahaan. Tool tersebut terdiri dari sumber daya manusia dan aset atau pabriknya. Jika pegolf salah menggunakan tool, maka hasilnya tidak sesuai dengan harapan.

“Misal kalau kita ingin bolanya lari kencang, berarti kita menggunakan stik nomor yang kecil. Jangan terbalik, kita menggunakan stik kecil untuk jarak dekat, itu akan membuat bola lari kencang. Begitu pun dengan bisnis, kalau stiknya itu diibaratkan pabrik, kita tidak mungkin mendirikan pabrik di tengah kota. Itu kan repot,” ujar ayah dari 2 putra ini.

Di sisi lain, pria asli Klaten ini tidak menyangkal selama ini golf diasosiasikan dengan olahraga kelompok orang berduit. Sehingga tidak sedikit ada lobi-lobi khusus dari kalangan eksekutif, pejabat atau pengusaha yang terjadi di lapangan golf.

Penilaian ini berkembang seiring dengan realitas banyaknya kasus dugaan korupsi berawal dari permainan golf. Salah satunya ialah kasus satuan kerja khusus pelaksana kegiatan hulu minyak dan gas (SKK Migas) yang melibatkan mantan petingginya, Rudi Rubiandini dan pelatih golf Deviardi. Namun Bagus menegaskan bahwa interaksi semacam itu tidak hanya terjadi di lapangan golf saja.

“Karena golf itu untuk kalangan tertentu, sehingga asumsinya negatif. Kalau saya melihatnya di lapangan golf semuanya bebas, artinya kita melepas ekspresi disitu,” lanjut pria yang mengaku bermain golf tiap akhir pekan ini.

Kondisi di Indonesia ini berbeda dengan Jepang. Agus menjelaskan, di Jepang, jajaran perusahaan di level supervisor ke atas dituntut untuk bisa bermain golf. Ini dilakukan supaya terjadi interaksi yang lebih dekat antar pengusaha.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s