Tunjuk Pengacara, Bukti SBY Tidak Salahgunakan Kekuasaan

Posted: Januari 24, 2014 in Politik dan Pemerintahan

Rachland Nashidik, Juru Bicara Partai Demokrat, menilai langkah Presiden SBY menggunakan bantuan hukum mencerminkan kematangan sikapnya dalam memisahkan masalah publik dari masalah privat.

Ia menambahkan, Presiden menyambut, mendengarkan, dan mempertimbangkan setiap kritik politik di dalam pengambilan kebijakan.

“Tidak pernah terlintas dalam pikiran Presiden SBY untuk menghadapi kritik dengan tangan-tangan kekuasaan karena Presiden meyakini bahwa kritik adalah bagian dari etika berdemokrasi,” kata Rachlan di Jakarta, Kamis, (23/1/2014).

Namun, lanjut dia, Presiden memandang disinformasi yang bertujuan secara sengaja untuk mendiskreditkan pribadi dan keluarganya sebagai perbuatan yang berada di luar etika berdemokrasi.

“Oleh karena itu, Presiden memutuskan untuk menggunakan haknya sebagai sesama warga negara dengan menghadapinya di jalur hukum,” ujar dia.

Rachland menuturkan, sikap Presiden SBY berbeda secara diametral dengan Presiden-Presiden Indonesia baik di era Orde Lama maupun Orde Baru yang menghadapi para pengritiknya dengan represi, bui, bahkan tak jarang dengan bedil. Dengan kata lain, Presiden SBY tidak abuse of power.

Lebih dari maksudnya untuk membela diri dan keluarganya, tambah dia, Presiden berharap langkahnya menyewa pengacara dapat membantu masyarakat memahami perbedaan kritik dari disinformasi dan memberi sumbangan pada pelaksanaan etika berdemokrasi.

Seperti diberitakan sebelumnya dibeberapa media, Presiden SBY merasa terganggu oleh tuduhan-tuduhan yang dianggap dasar seperti tudingan bahwa SBY memerintahkan KPK segera menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka, gratifikasi jabatan wakil presiden dengan bailout Bank Century, serta tuduhan putra bungsunya Edhie Baskoro Yudhoyono terlibat dalam proyek Hambalang.

Presiden SBY menunjuk Tim Advokat dan Konsultan Hukum yang diketuai Palmer Situmorang, bersama Hafsan Taher dan Bachtian Sitanggang.

Tujuan Presiden SBY menunjuk pengacara adalah untuk mengurus fitnah dan tuduhan yang dilontarkan pihak-pihak tertentu terhadap SBY dan keluarga.

“Tidak perlu dijelaskan lagi bahwa dalam upaya pribadinya tersebut, Presiden tentu saja tidak menggunakan dana publik untuk menyewa jasa pengacara, melainkan membiayainya sendiri,” pungkas Rachland. (tmd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s