Ibas: Pemerintah Terus Dukung Pertumbuhan UKM

Posted: Februari 1, 2014 in Politik dan Pemerintahan

Saat mengunjungi Desa Brangol Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Ibas sapaan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono sangat takjub dengan masyarakat setempat. Ketakjuban itu sangat beralasan, pasalnya warga Desa Branggol dinilai sangat kreatif karena mampu mendirikan berbagai jenis usaha kecil dan menengah (UKM) yang dimulai dari industri pembuatan batik, kripik tempe, anyaman tas plastik, bordir, hingga pembuatan tas dari limbah kertas.

“Secara pribadi, saya takjub dan mengapresiasi kreatifitas luar biasa warga Desa Brangol ini,” kata Ibas saat berbicara di hadapan warga, Muspika dan para simpatisan pada Selasa (28/1/2014).

Saat melakukan kunjungan ke Desa Brangol, Ibas berjalan menyusuri jalan desa yang baru selesai dibangun dengan menggunakan dana Program Percepatan Infrastruktur Pedesaan (PPIP). Melalui jalan itu, Ibas mengunjungi sebuah rumah yang menjadi sentra UKM pembuatan anyaman tas plastik.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini menyatakan bahwa tulang punggung perekonomian bangsa ini terletak pada UKM yang dikelola oleh masyarakat. “Selain memberikan nilai tambah penghasilan rumah tangga, UKM seperti ini dapat menjadi solusi alternatif penciptaan lapangan kerja. Pemerintah terus mendukung UKM seperti ini baik melalui program bantuan pemberian modal dan pembangunan infrastruktur pedesaan,” ungkapnya.

Menurut Ibas, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop) Indonesia telah mengalami peningkatan pertumbuhan UKM sebesar 6 persen per tahunnya. Oleh karena itu, perkembangan UKM harus terus diberikan dukungan secara serius.

Ibas menambahkan, jumlah UKM di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 7-8 persen. “Kemenkop saat ini mencatat terdapat sekitar 55,2 juta unit UKM di Indonesia dan diprediksi akan menjadi 58 juta unit pada 2014,” tambahnya.

Setelah mengunjungi sentra pembuatan anyaman tas plastik, Ibas melanjutkan perjalanan ke sentra pembuatan kripik tempe khas Ngawi. Suroto, pemilik Usaha ini mengatakan, kripik tempe yang dibuatnya memiliki rasa yang khas. Usahanya ini telah berdiri sejak 1997. Saat ini kripik tempe buatannya itu sudah menembus pasar domestik seperti pasar di kota Yogjakarta, Jakarta, Surabaya bahkan hingga manca negara seperti pasar-pasar di Malaysia.

Suroto menceritakan bahwa modal awal usahanya hanya Rp 50rb saja. “Alhamdulillah dari tahun ke tahun usaha ini semakin berkembang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ibas turut mencicipi keripik tempe buatan Suroto dan memuji rasanya yang enak. “Tempe ini rasanya sangat enak. Produk berkualitas ini merupakan potensi lokal yang harus terus dikembangkan,” ucapnya.

Ibas berpesan agar masyarakat tak mudah putus asa dan terus berusaha dalam melakukan kerja-kerja kreatif apapun yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi. “Ibu-ibu di sini mampu menyulap sampah kertas menjadi tas yang bernilai ekonomi tinggi. Jadi apapun akan memberikan keuntungan jika kita kreatif,” ungkapnya memberikan motivasi.

UKM yang dikelola oleh masyarakat, lanjut Ibas, harus terus digalakkan dan ditingkatkan. Pemerintah terus mendorong melalui Kemenkop dengan berbagai programnya. Selain itu Ibas juga mengajak warga untuk sama-sama bergotong royong membangun desa, serta merawat apa yang telah dibangun selama ini. (tmd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s