PERTUMBUHAN LAYANAN DATA MASIH MENINGKAT SIGNIFIKAN

Posted: Februari 7, 2014 in Bisnis dan Ekonomi

Hasnul Suhaimi

Hasnul Suhaimi

PT XL Axiata Tbk. (XL) hari ini secara resmi mengumumkan hasil audit pencapaian kinerja keuangan selama tahun 2013 dengan kinerja yang bagus di layanan data dan pertumbuhan pelanggan.

XL mencatat kinerja yang stabil selama tahun 2013 sebesar Rp 21,4 triliun yang didorong oleh penetrasi data yang kuat dengan kenaikan pendapatan layanan Data sebesar 16% dari tahun lalu. Pendapatan non-percakapan memberikan kontribusi sebesar 54% dari total penggunaan pendapatan, meningkat dari 50% tahun lalu.

Presiden Direktur XL,Hasnul Suhaimi mengatakan, “ Kita menghadapi tahun yang penuh tantangan di tahun 2013 akibat dari pelemahan posisi kita di pasar dari kompetisi. Namun, kita sanggup menstabilkan dan membawa perubahan arah perusahaan dan berlanjut dengan pencapaian pertumbuhan operasional selama 2013.

Hasnul menambahkan, “Layanan data kembali menjadi layanan dengan tingkat pertumbuhan tercepat dan menjadi kunci kontributor dengan kontribusi sebesar 23% dari total pemakaian pendapatan dibandingkan 20% dari tahun lalu. Selain itu, Traffic Data juga tumbuh 142%, dengan total pelanggan data mencapai 33 juta pelanggan atau sekitar 54% dari total pelanggan XL.”

XL kembali berupaya untuk menyiapkan yang terbaik kepada pelanggan dengan menyediakan layanan telekomunikasi selular terbaik terutama di data. Melalui kerjasama dengan Google, XL menawarkan Rumah Android untuk pengguna Android. Android Starter Pack memberikan masa aktivasi kartu SIM yang lebih lama dan beragam aplikasi untuk memberi kemudahan dan mendorong penggunaan mobile data.

Selain itu, XL meluncurkan XL BEBAS dengan tujuan untuk meningkatkan layanan data yang terjangkau dan dapat menarik pengguna layanan data baru. XL berkolaborasi dengan beragam aplikasi seperti KakaoTalk, Facebook dan WeChat di 2013 untuk memperkuat posisi XL di komunitas jejaring sosial. XL sebagai salah satu pemimpin dalam mobile data telah menunjukkan kemampuan dan komitmennya dalam memberikan layanan data yang unggul kepada pelanggan. Pada Konferensi APEC di Bulan Oktober 2013, XL melakukan ujicoba/trial untuk kesiapan jaringan di layan 4G LTE.

Dengan populasi penduduk Indonesia melebihi 240 juta di Indonesia, Negara ini menawarkan kesempatan besar para penyedia handset dan juga operator-operator untuk melakukan penetrasi disetiap segmen-segmen yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, XL melihat peluang ini dan siap untuk menangkap pasar dengan para dealer penjual handset dan perbankan dalam melakukan promo penawaran handset-handset seperti BlackBerry, iPhone, Nokia, Samsung – Androids dan sebagainya. Selama tahun 2013, smartphone telah tumbuh secara signifikan sebesar 21% dibandingkan dengan tahun lalu, mencapai 10.2 juta pelanggan atau 17% dari total pelanggan.

Sesuai dengan strategy XL untuk tetap fokus dalam investasi pada jaringan infrastruktur layanan data, XL kembali melakukan ekspansi di infrastruktur jaringan data dengan menambah Node B dan BTS 2G diseluruh Indonesia. XL telah memiliki 15.068 Node B, meningkat 15% dari tahun lalu. Total BTS 2G dan 3G sebanyak 44.946 BTS. XL kembalin berupaya untuk meningkatkan jaringan melalui modernisasi jaringan 2G dan 3G di mayoritas wilayah diseluruh Indonesia, dimana modernisasi ini akan memberikan kecepatan jaringan yang lebih baik, kapasitas dan efisiensi energi.

Selain itu, produk-produk inovatif dan berbagai penawaran dikenalkan untuk mengurangi penurunan dari layanan Suara dan SMS. Beragam produk tersebut seperti XLKu, SERBU, SMS Rp1 dan LINE SMS sticker untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan meningkatkan penggunaan dari layanan Suara dan SMS dari tahun lalu.

Hasnul mengatakan, “Upaya untuk meningkatkan posisi kita dan kecermatan eksekusi membuat XL dapat meningkatkan momentum operasionalnya dan mencatat pertumbuhan pelanggan sebesar 32% dan mengakhiri tahun 2013 dengan 60.5 juta pelanggan.”

Digital Services terus berkembang karena kami berusaha untuk meningkatkan layanan end-to-end dan terus berinovasi untuk memberikan kebutuhan pelanggan. Ini adalah upaya XL untuk mengembangkan usahanya untuk layanan diluar layanan data tradisional dan juga mendukung digital lifestyle para pelanggan.

Selama tahun 2013, Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 8,7 triliun dengan marjin EBITDA sebesar 41% dan laba bersih sebesar Rp 1 triliun .

XL juga membelanjakan Rp 7,4 triliun dalam belanja modal yang menggunakan kombinasi dana internal dan hutang untuk terus berinvestasi pada jaringan infrastruktur data. Selama tahun 2013, jumlah hutang XL meningkat menjadi Rp 17,8 triliun dari tahun sebelumnya Rp 13,5 triliun, dan hutang bersih/EBITDA meningkat dari 1.3x menjadi 1.9x.

Hasnul mengatakan, “Kita mengumumkan proposal untuk pembayaran dividen sebesar 40% dari laba yang dinormalisasi tahun 2013 untuk dibayarkan pada tahun 2014 setelah persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS berikutnya. Proposal ini sesuai dengan ketentuan dividen kita untuk rasio pembayaran minimum sebesar 30% dari laba yang dinormalisasi.”

Hasnul menambahkan, “2014 akan menjadi tahun yang penuh tantangan namun juga menarik karena kita akan fokus dalam melaksanakan strategi kita dalam layanan data dan setelah mendapatkan semua persetujuan untuk akuisisi dan merger, kita akan berfokus pada penggabungan usaha yang lebih besar untuk dapat memberikan nilai lebih kepada shareholders, customers dan semua stakeholders kita. Kita berharap ini juga akan mengarah kepada industri yang lebih baik dan lebih sehat kedepannya.”

Sementara PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) menargetkan pendapatan usaha pada 2014 tumbuh sebesar 40% dari pendapatan pada 2013 yang diperkirakan mencapai di atas Rp2 triliun.

Antony Susilo, Direktur Smartfren Telecom, memproyeksi pendapatan pada tahun ini nyaris tumbuh 50% dari pendapatan 2012 sebesar Rp1,65 triliun. Pada awal 2013, perseroan menargetkan pendapatan pada 2013 tumbuh 50% dari 2012 atau mencapai Rp2,48 triliun.

“Pertumbuhan pendapatan 2013 naik hampir 50% dari 2012. Yang pasti tembus Rp2 triliun,” kata Antony kepada Bisnis, Senin, (20/1/2014).

Menurutnya, pendapatan pada 2013 paling besar disumbang oleh layanan data. Kontribusinya sekitar 70%-80% terhadap total pendapatan. Layanan data masih jadi primadona di industri telekomunikasi. Karena itu, Antony memperkirakan layanan data ini bakal jadi penyumbang terbesar pendapatan pada tahun-tahun mendatang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s