Irman Gusman Tantang HIMPI Lahirkan Pemimpin Berjiwa Patriotik

Posted: Februari 22, 2014 in Politik dan Pemerintahan

Berfoto bersama usai Diklat HIPMI III di Gedung Lemhanas, Kamis, (20/2).

Berfoto bersama usai Diklat HIPMI III di Gedung Lemhanas, Kamis, (20/2).

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang tak hanya memikirkan tentang keuntungan semata tetapi juga memiliki jiwa patriotisme. Hal ini disampaikan Ketua DPD RI Irman Gusman saat mengisi sesi Diklatnas HIPMI Angkatan III di Gedung Lemhanas, Jakarta, (20/2).

Irman Gusman mengatakan HIMPI harus mampu mengembangkan kemampuan setiap kadernya untuk tidak hanya menjadi pengusaha yang mencari keuntungan semata. HIPMI harus mampu membentuk kader-kader yang memiliki jiwa kreatif dan inovatif yang tinggi.

“HIPMI harus bergeser posisinya, setiap kader harus memiliki jiwa patriot. Jangan bilang patriotisme itu urusan politik dan pemerintah saja. Untuk menjadi pengusaha dan pemimpin yang tangguh diperlukan jiwa patriotisme,” ujar Irman.

Terlebih, Indonesia tengah bersiap-siap menghadapi ASEAN Economic Community 2015, dimana setiap bangsa di Asia harus meningkat daya saing yang tidak sekedar terjadi antar bangsa, tetapi sudah merambah antar provinsi, kabupaten, kota, korporasi dan bahkan individu di dunia.

“Peran aktif pelaku dunia usaha, tidak saja untuk membantu perekonomian masyarakat tetapi yang lebih penting menggerakkan ekonomi nasional agar tercipta kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat,” ujar Irman.

Persoalan ini yang hingga kini masih terjadi di Indonesia. Menurut Irman, peranan negara terhadap aktifitas ekonomi di daerah hendaknya tidak sekedar mengalokasikan APBD ke daerah.

Irman Gusman menambahkan, salah satu hal terpenting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi sebuah bangsa adalah dengan membuka akses dan peluang ekonomi yang sama di seluruh daerah. Maka, HIPMI harus bersinergi dengan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan di daerah. Percepatan pembangunan di daerah harus dilakukan menyesuaikan dengan potensi yang ada didaerah masing-masing.

“Kerjasama regional harus diaktifkan. Hal ini menjadi tantangan bagi pengusaha dan pemerintah daerah untuk mampu mengembangkan potensi daerahnya masing-masing,” tambah Irman.

Selain itu, Irman menilai pengelolaan BUMN perlu diperbaiki agar dapat tersebar ke seluruh daerah, tidak hanya terpusat di DKI Jakarta.

“Penyebaran kantor-kantor pusat BUMN dapat dilakukan menyesuaikan dengan core bisnis dan karekater masing-masing daerah. Kantor Pusat Pertamina contohnya, ngapain ada di Jakarta, seharusnya ada di daerah-daerah penghasil minyak,” ujar Irman.

Peserta konvensi Partai Demokrat ini mendambakan Indonesia menjadi negara yang mandiri secara ekonomi dan mampu menjawab tantangan yang ada.

“Persoalan bangsa yang ada inilah yang pada akhirnya membuat saya maju bertarung menjadi calon presiden. Kalau saja pertumbuhan ekonomi dapat ditingkatkan, maka ekonomi yang mandiri akan tercapai,” ujarnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s