Bank Maspion Mencatat Kinerja Positif Hingga Triwulan I 2014

Posted: Juni 30, 2014 in Bisnis dan Ekonomi

IMG_0146Di tengah kondisi perekonomian yang mengalami perlambatan, pada tahun 2013 Bank Maspion (BMAS) mencatat laba bersih Rp 31,45 miliar. Angka tersebut lebih tinggi 33,00% dibandingkan perolehan tahun 2013 sebesar Rp 23,65 miliar. Demikian pula pada triwulan I tahun 2014, laba bersih BMAS meningkat sebesar 16,30% (yoy) menjadi Rp 8,13 miliar dari Rp 6,99 miliar pada periode yang sama tahun 2013.

Pendapatan operasional BMAS pada tahun 2013 tumbuh 37,03% menjadi Rp 41,39 miliar dari Rp 30,21 miliar pada tahun 2012. Demikian pula triwulan I 2014 tumbuh 15,58% (yoy) menjadi Rp 10,81 miliar dari Rp 9,35 miliar pada periode yang sama tahun 2013.

Penyaluran kredit per akhir Desember 2013 mencapai Rp 2,95 triliun, tumbuh sebesar 9,70% dari akhir tahun 2012. Dan pada akhir Maret 2014 penyaluran kredit BMAS mencapai angka Rp 2,99 triliun.

Direktur Utama BMAS, Herman Halim menyatakan bahwa di tengah kondisi perekonomian yang masih tidak menentu BMAS tetap akan menerapkan prinsip kehati-hatian dengan lebih selektif menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang masih prospektif. Hal tersebut tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) pada level yang cukup rendah yaitu 0,61% dan 0,58% masing-masing pada akhir Desember 2013 dan akhir Maret 2014.

Portofolio kredit BMAS hingga akhir Maret 2014 sebagian adalah kepada sektor produktif, yaitu dalam bentuk kredit modal kerja dan kredit investasi masing-masing sebesar 64,32 %dan 27,70%. Berdasarkan sektor ekonomi, fokus utama penyaluran kredit adalah kepada sektor perdagangan dan industri yang tercatat sebesar 39,84% dan 32,54% pada akhir Maret 2014.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga per 31 Desember 2013 tercatat sebesar Rp 3,44 triliun atau tumbuh sebesar 14,78% dari Rp 3 triliun pada akhir 2012. Adapun per akhir Maret 2014 terdapat sedikit penurunan menjadi Rp 3,35 triliun yang merupakan siklus tahunan karena berbagai kewajiban yang harus dipenuhi oleh nasabah.

Rasio kredit terhadap pendanaan (LDR) tercatat sebesar 85,73% pada akhir Desember 2013 dan meningkat 89,44% pada akhir Maret 2014. BMAS juga mencatat rasio permodalan yang bagus sebesar 21,00% pada akhir Desember 2013 dan 21,15% pada akhir Maret 2014.

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang diselenggarakan pada 24 Juni 2014, telah ditetapkan bahwa BMAS akan membagikan deviden sebesar Rp 15,7 miliar atau Rp 4,53 per saham kepada pada pemegang saham.

Herman Halim menyatakan bahwa Bank Maspion akan tetap meningkatkan kinerjanya di tahun 2014 meskipun perekonomian diperkirakan masih akan melambat dan perbankan akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan yang moderat.

Untuk itu, Bank Maspion akan melakukan berbagai langkah strategis guna mendukung pertumbuhan bisnis dengan tetap mencermati perkembangan ekonomi makro sehingga dapat secara cepat mengambil langkah yang tepat guna merespon perubahan yang terjadi dan semakin memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s