Sanggar Tari Tarara : Membangkitkan Apresiasi Masyarakat Terhadap Kesenian Madura

Posted: Februari 23, 2016 in Pendidikan

kesenian-Jawa-Timur-305ch5z2pr1afnumbw74sqMadura dikenal sebagai wilayah yang tandus namun kaya akan kebudayaan. Kekayaan budaya yang terdapat di Madura dibangun dari berbagai unsur budaya baik dari pengaruh animisme, Hinduisme dan Islam. Perkawinan dari ketiga unsur tersebut sangat dominan mewamai kebudayaan yang ada.

Dalam perkembangannya berbagai kesenian yang benafaskan religius, terutama bernuansa Islami temyata lebih menonjol. Keanekaragaman dan berbagai bentuk seni budaya tradisional yang ada di Madura menunjukkan betapa tinggi budaya yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia.

Kekayaan seni tradisional yang berisi nilai-nilai adiluhur yang berlandaskan nilai religius Islami seharusnya dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda sebagai penerus warisan bangsa.

Kesenian tradisional adalah aset kekayaan budaya lokal yang akan mampu melindungi generasi muda dari pengaruh negatif era globalisasi. Pengaruh budaya global

yang demikian gencar melalui media elektronik dan media cetak menyebabkan generasi muda kehilangan jati diri. Dengan mengetahui kebudayaan lokal diharapkan generasi muda mampu menggali potensi kekayaaan seni tradisional sekaligus melestarikannya.
Sebenarnya, beberapa tahun yang lalu telah ada upaya yang dilakukan oleh sekelompok pemerhati budaya, diantaranya oleh kelompok yang menamakan diri “Komunitas Tera’ Bulan’. Komunitas ini biasanya melakukan kegiatan apresiasi seni pada setiap malam bulan purnama.

Namun kegiatan ini tidak bisa bertahan lama dan tidak muncul lagi, penyebabnya mungkin sudah jenuh atau kurang lagi mendapatkan perhatian dari masyarakat. Tampaknya belakangan ini telah ada upaya untuk tetap melestarikan kesenian daerah, khususnya budaya Bangkalan sebagaimana yang dilakukan oleh komunitas Sanggar Tari Tarara.

Dari usianya, memang masih relatif muda, namun komunitas sen ini telah menghasilkan karya-karya tari yang mengagumkan. Dengan mengkolaborasikan antara alat kesenian tradisonal seperti gamelan, gambang, jidor dengan alat musik modern seperti gitar akustik, komunitas ini telah mampu menghasilkan beberapa kreasi baru seni tari yang kontemporer akan tetapi sarat dengan nuansa budaya madura.

Diantara hasil karya tari dari Sanggar Tari Tarara yang spektakuler adalah tari ‘rampak jidor’. Tari yang seluruh penarinya para dara ini merupakan tari yang menggambarkan karakter orang madura yang sangat relegius.

Seluruh gerak dan alunan irama nyanyian yang mengiringi tari ini mengungkapkan sikap dan ekspresi sebuah puji-pujian, do’a dan dzikir kepada Allah SWT, Dzat Yang Maha Kuasa dan Maha Pemberi.
Selain tari jidor adalah tari ‘bedoyo djukenes’, sebuah tari yang menurut riwayat merupakan tari yang biasa digelar untuk menyambut kedatangan prabu Cakraningrat IV yang dikenal pula dengan Pangeran Sidingkap, salah satu dari raja-raja yang memerintah madura di masa lampau.

Tari bedoyo djukenes ini merupakan tari yang mengandung maksud sebagai ekspresi ucapan selamat datang kepada prabu seraya memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk memberikan perlindungan dan keselamatan kepada beliau dalam memimpin rakyat madura menuju rakyat yang sejahtera, adil dan makmur.

Sanggar Tari Tarara didirikan sejak tahun 1990an dan baru digalakkan mulai Desember 2002. Sanggar yang berbasis di Bangkalan ini dipimpin oleh Sudarsono, atau biasa dipanggil ” Mas Soe ” (Lokal Bangkalan), Kanjeng Darso (Nasional).

Sanggar ini sering tampil di berbagai acara, dan berbagai daerah, baik lokal jawa timur maupun Nasional. Sanggar Tarara menampilkan tarian & musik tradisional Madura. Sanggar Tarara juga sering mengukir prestasi di berbagai event Nasional. Salah satunya menjuarai lomba karya tari olahraga tradisional 2010 di Ambon, Maluku.

Eksistensi Dalam Berkesenian :
– Penyaji regular Festival Kesenian Pesisir Utara ( FKPU ) Jawa Timur.
– Penyaji regular pada Festival Cak Durasim.
– Penyaji regular Pagelaran Seni & Budaya “Semalam di Madura”.
– Instruktur pagelaran musik Akbar “ Panen Raya “ di Solo.
– Kolaborasi dengan seniman Yogyakarta dalam musik Etnik Madura – Sambas.
– Penyaji regular “ Parade Senja “ di Gedung Grahadi Surabaya.
– Duta Kesenian & Budaya pada pagelaran Budaya di Anjungan Jawa Timur TMII Jakarta.
– Juara Umum Tari Olahraga Tradisional tingkat Nasional di Ambon, Maluku.
– Penyaji Terbaik Pekan Seni Pelajar Jawa Timur 2011, Probolinggo.
– Penyaji Terbaik Pekan Budaya Jawa Timur 2002, Surabaya.
– Penyaji Terbaik Upacara Adat di Bojonegoro 2004.

Tari di Bangkalan yang layak untuk dipertunjukkan :
– Tari Moang Sangkal
– Tari Topeng Angklung
– Tari Rokat
– Tari Keraban
– Tari Nelayan
– Tari Andongan
– Tari Blandaran
– Tari Tera ‘Bulan
– Tari Sholawat Nabi
– Tari Nyello ‘Aeng
– Tari Reng Majangan
– Kesenian Hadrah Jidor
– Salaban (Sandur Madura)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s