Banyak Sekolah di Bangkalan Terancam Tutup

Posted: Februari 24, 2016 in Pendidikan

Kekurangan siswa sekarang ini masih menjadi momok bagi pendidikan dasar di negeri ini. Contohnya adalah SDN Lang Panggang 1 dan SDN Lang Panggang 2 yang berada di Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan.
Jumlah siswa SDN Lang Panggang 1 jika ditotal dari kelas I – VI sebanyak 40 siswa, sementara SD Langgang 2 jumlahnya cuma 42 orang. Akibatnya pada tahun lalu, dua sekolah ini terpaksa digrouping (digabung), dan namanya diubah menjadi SDN Lang Panggang dengan jumah siswa menjadi 82 orang.

Kondisi lebih ironi dialami SDN Modung 2. Karena jumlah siswanya hanya 30 orang, SDN ini kemudian dihapus. Siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut dibebaskan untuk memilih SD lain di wilayah UPT Disdik Modung.

Bagaimana nasib gurunya? Guru yang sebelumnya mengajar di SD tersebut

dimutasi di SD terdekat, ada lagi yang mengajukan pindah ke SD lain di luar wilayah Modung.

Kenyataan di atas menjadi gambaran kondisi SD di Bangkalan. Namun, sejumlah sekolah lain terancam gulung tikar pada tahun ajaran baru 2016-2017, saat Pemerintah Pusat memberlakukan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Pemicunya, dalam satu aturannya, Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu rombel dikatakan normal kalau memiliki minimal 20 siswa dan maksimal 32 siswa pada Dapodikdas. Jika kurang, maka guru tidak akan menerima tunjangan, baik tunjangan profesi maupun tunjangan fungsional.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan, Bambang Budi Mustika menyampaikan, pemberlakukan Dapodik tersebut mulai tahun ajaran baru 2016-2017 mendatang, aturan yang paling mendasar dalam Dapodik tersebut setiap kelas murid tidak boleh kurang dari 20 siswa, tenaga pendidik harus ber ijazah S1.

“Jadi bagi sekolah yang muridnya per kelas kurang dari 20 siswa, murid itu tidak dapat bantuan BOS dan jika guru mengajar kurang dari 20 jam dalam sehari tidak akan dapat bantuan sertifikasi,” ujarnya, Kamis (28/1/2018).

Dijelaskan Bambang, dalam Dapodik tersebut semua data sekolah baik guru dan murid serta sarana dan prasarana wajib masuk Dapodik tersebut, jika ada manipulasi data di Dapodik tersebut secara otomatis akan ditolak.

“Jadi sekolah-sekolah yang muridnya kurang dari 20 siswa baik swasta maupun negeri harus dilakukan regrouping ke lembaga sekolah lain dengan syarat jarak tempuh antara lembaga sekolah 3 kilometer,” ungkapnya.

Kedepan, bagi data lembaga sekolah yang tidak valid di Dapodik terancam dibubarkan ijin penyelenggaraannya. “Kalau lembaga sekolah sudah tidak memenuhi syarat di Dapodik itu, maka tidak akan dapat bantuan baik BOS untuk siswa dan sertifikasi untuk guru, jadi kedepan dipastikan banyak lembaga sekolah yang akan tutup dengan sendirinya,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s