Madin Miftahul Ulum : Pertahankan Kurikulum Pesantren di Tengah Modernisasi

Posted: Februari 24, 2016 in Pendidikan

Madrasah Diniyah (Madin) merupakan kemandirian masyarakat Muslim Indonesia dalam ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Di Kabupaten Bangkalan, keberadaan Madin sudah mengakar kuat sampai ke peolosok desa.
Di Desa Soket Dajah, Kec Tragah, Bangkalan, terdapat Madin yang dengan teguh menjalankan sistem pendidikan salaf di tengah-tengah pendidikan modern saat ini. Namanya Madin Miftahul Ulum.

Pada malam hari jam 19.00, Madin Miftahul Ulum mengajarkan kepada

siswanya kitab kuning di mushalla madrasah. Dan setiap minggunya, siswa diajarkan tartil khusus murid kelas 2 sampai kelas 6.

“Intinya kami menerapkan kurikulum pesantren tanpa ada pelajaran umum. Sistem pelajaran lebih ke Ponpes Sidogiri,” kata Kepala Madin Miftahul Ulum, Fathur Rossi kepada Majalah KADER.

Jam belajar mengajar di Madin Miftahul Umum dimulai dari jam 13.00 sampai 16.30. Namun, sekolah ini butuh satu ruang kelas lagi mengingat kelas yang ada saat ini hanya 5 ruangan. Otomoatis, dari 75 siswa yang ada sebagian harus mengikuti proses belajar mengajar di musholla.

“Kami butuh satu ruang kelas untuk meningkatkan proses belajar mengajar murid,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s