Melestarikan Pencak Silat Melalui Ekstrakulikuler

Posted: Februari 24, 2016 in Pendidikan

Abd Hafid

Abd Hafid

Indonesia tercatat menjadi akar kebudayaan dan diakui memiliki sejarah ilmu beladiri dan seni pencak yang lahir berabad-abad tahun lalu seperti Aliran Jokotole, Cimande, Silat Tuo, Silat Kumanggo, Silat Minang, Cikalong, Cikaret, Serak, Bandrong, Sitembak, Sipecut, dan lain-lain.

Sebagai generasi bangsa, kita seharusnya bangga bahwasannya seni beladiri peninggalan nenek moyang mulai tumbuh dan menyebar di belahan dunia. Hampir di semua benua ada pencak silatnya dengan kata lain perkembangannya sudah sekian jauh dan berkembang seperti yang diharapkan.

Namun, fenomena yang kita hadapi di dalam negeri, yaitu upaya mendukung kegiatan tersebut di tengah generasi muda sudah semakin sempit, apalagi sulitnya memasukan sebuah

kurikulum olahraga pencak silat di sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Tak ayal akibatnya bisa kita lihat, kejayaan seni budaya pencak silat yang dimiliki oleh Indonesia, utamanya Madura sudah semakin surut dan yang mempriatinkan ialah generasi muda sudah seakan kurang peduli terhadap aset seni budaya yang dimiliki oleh bangsanya sendiri.

Atas dasar itu, SDN Socah 2 tak ingin berdiam diri. Melalui kepala sekolahnya, Abd Hafid S Pd, SDN Socah 2 mulai memasukkan pencak silat ke dalam ekstrakulikuler. Ekstrakurikuler ini mulai dilaksanakan sejak awal Januari 2016 dan sampai sekarang terus aktif dengan nama Pencat Silat Jokotole.

Jokotole dipilih karena berasal dari Madura, dan pihak sekolah tak ingin kesenian itu hilang digerus jaman tanpa dilestarikan. Ekstrakurikuler ini diikuti oleh siswa dan siswi SDN Socah 2 yang memiliki bakat dan kemampuan di bidang olah raga ini. Mulai dari kelas 3 sampai kelas 6. Untuk tahun ini peserta ekstrakurikuler pencak silat telah mencapai 103 siswa.

“Ekstrakurikuler ini dilaksanakan setiap hari minggu pagi mula pukul 07.00-09.00 dengan mendatangkan pelatih dari luar sekolah,” kata Abd Hafid yang baru menjabat kepala sekolah di SDN Socah 2, Bangkalan.

Menurut dia, disamping sebagai hobi dan olahraga, pencak silat juga berfungsi untuk kesehatan jiwa dan raga. Untungnya, orangtua masing-masing siswa mendukung dengan harapan menambah kreativitas anaknya dan juga mencari bibit agar bisa mewakili wilayahnya ke ajang perlombaan.

“Dari segi fisik, pencak silat melatih tidak saja otot-otot saja, tetapi juga organ dalam, darah, kulit, tulang, dan lain-lain. Di dalam pencak silat, juga memiliki kelebihan dalam membina mental siswa,” lanjutnya.

Di Socah, kata dia, jarang ada sekolah yang memasukkan ekskul pencak silat Jokotole. Dia bangga, karena bisa berbuat untuk melestarikan kesenian dengan mengenalkannya kepada siswa.
“Anak-anak antusias, dan saya yakin jika ada kompetisi, kami bisa menang. Dan kami akan ikutsertakan anak-anak yang berpotensi di ajang itu,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s