MI Hidayatus Shibyan Impikan Punya Guru Seni

Posted: Februari 24, 2016 in Pendidikan

Kepala MI Hidayatus Shibyan, Drs Insyaf M Pdi

Kepala MI Hidayatus Shibyan, Drs Insyaf M Pdi

Seperti kehidupan manusia yang selalu tumbuh dan berkembang, kesenian merupakan bagian budaya dimana kesenian sebagai salah satu wujud karya manusia juga tumbuh dan berkembang. Untuk mencapai keberhasilan di masa yang akan datang khususnya di era globalisasi, pengembangan unsur budaya harus diterapkan sejak dini di sekolah-sekolah.

Sebab, menciptakan lingkungan pendidikan yang dapat merangsang anak untuk mandiri, berani, percaya diri, dan disiplin, melalui kegiatan seni

Hanya saja, tidak semua sekolah beruntung punya guru atau pembina di bidang kesenian. Salah satu diantara sekian sekolah itu ialah Madarah Ibtidaiyah (MI) Hidayatus Shibyan, Desa Kampao, Kecamatan Blega.

Kepala MI Hidayatus Shibyan, Drs Insyaf M Pdi, menuturkan, kekurangan sumber daya manusia (SDM) di bidang kesenian tersebut jadi penghambat perkembangan kesenian

di wilayahnya. Apalagi, guru-guru yang mengajar di MI tersebut masih terbatas dengan kebutuhan kreativitas siswa yang makin tinggi.

Sejauh ini, siswa di MI Hidayatus Shibyan sudah mendapat sejumlah pelajaran, termasuk pelajaran keagamaan. Namun, di bidang ekstrakuliker, dia menyatakan minimnya SDM yang ada.

“Kita sudah ada ekskul pramuka untuk memupuk patriotism disamping tentang agama Islam. Namun tenaga professional di bidang kesenian kami belum punya,” katanya.

Pentingnya kesenian tersebut sangat terasa saat ada momen seperti porseni pada saat Hari Jadi Depag, atau dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, dalam menjalankan operasional madrasahnya, pihaknya ibarat mau menangkap ikan tapi tidak punya alat untuk melakukannya. Artinya, meski madrasah tersebut beroperasi, untuk naik berprestasi ke tingkat regional pihaknya terkendala operasional dan SDM.

Sumber dana satu-satunya dari bantuan operasional sekolah (BOS) yang diperuntukkan membangun fasilitas sekolah seperti perawatan gedung. Sedangkan untuk SDM, sampai saat ini pihaknya masih bertahan dengan 12 guru mata pelajaran yang mengajar sebanyak 151 siswa.

“Tenaga professional di bidang seni kami belum punya. Yang ada guru mata pelajaran. Kalu di olahraga, kami pernah ikut serangkaian lomba seperti lomba lari, lompat jauh,” kata penerus ketiga madrasah yang berada di bawah Yayasan Jawahirul Hidayah ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s