SDN 1 Paseseh Harumkan Nama Batik Tanjung Bumi

Posted: Februari 24, 2016 in Pendidikan

Pada 25 Februari 2015 lalu, Rofiqoh, siswa SDN 1 Paseseh Kec Tanjungbumi Bangkalan mengharumkan batik Tanjung Bumi dengan menyabet juara harapan III lomba batik tingkat Provinsi Jawa Timur. Dengan prestasi itu, tidak salah jika Tanjungbumi diberi predikat sebagai sentra kerajinan batik di Madura.

Hanya butuh waktu 2 jam bagi Rofiqoh untuk mendesain batik asli Tanjungbumi. Hasilnya, juripun dibuat kagum. Rofiqoh mengaku senang dengan penghargaan yang diraihnya itu, mengingat di desanya membatik sudah menjadi mata pencaharian.

Rofiqoh menjelaskan, dalam lomba membatik, dirinya membuat karya yang tak jauh dari karasteristik dari Batik Tanjung Bumi. Ketika ditanya sejak kapan mulai membatik, dirinya

mulai menyukai kegiatan membatik sejak kecil karena orangtuanya pembatik.

”Dari kecil saya memang
menyukai seni lukis, lalu saya diajari membatik oleh orangtua saya lalu. Dari situ saya mulai mempelajari teknik
membatik,” ungkapnya.

Rofiqoh menjadi salah satu contoh potensi yang dimiliki siswa SDN 1 Paseseh.
Sebenarnya, di sekolah tertua di Kecamatan Tanjung Bumi tersebut, masih terdapat sejumlah siswa yang mengangkat citra sekolahnya dengan segudang prestasi.

Diantara pada siswa itu adalah Sofiyatul Makrumah yang pernah meraih juara III pada lomba membatik tingkat SD se-Jatim. Pada lomba yang digelar di Jalan Jagir Wonokromo Surabaya serta diikuti 38 kabupaten di Jatim itu, Sofiyatul mempertahankan teknik membatik tradisional.

Pada lomba itu, juara I diraih utusan dari Kabupaten Banyuwangi, juara II, wakil dari Kabupaten Madiun. Sofiyatul Makrumah memang memiliki peluang pada perlombaan itu, namun dewan juri lebih menghendaki teknik membatik modern dengan bantuan komputer.

Sedangkan Sofiyatul Makrumah tetap dengan gaya membatik tradisionalnya yang telah diwarisi secara turun temurun oleh para pendahulunya di Kecamatan Tanjung Bumi.
Sekolah peninggalan Belanda

Apa yang diraih siswa SDN Paseseh 1 Tanjung Bumi memang patut diapresiasi. Dikenal sebagai salah satu sekolah cagar budaya di Kabupaten Bangkalan, SDN Paseseh 1 sampai kini tetap mempertahankan khas bangunan peninggalan Belanda.

Walaupun ada beberapa perbaikan, namun tidak mengubah arsitekturnya.

Kepala SDN Paseseh I Bangkalan, Wiyono, S Pd, M Pd, kepada Majalah KADER menjelaskan, rehabilitasi sekolah yang berdiri sejak tahun 1901 itu tidak boleh sembarangan. Hal ini tidak lepas dari status bangunan cagar budaya, sehingga orisinalitas bangunan harus terjaga.

“Tiga bulan lagi kemungkinan proses rehabilitasi sudah selesai. Jika tidak direhabilitasi, kami khawatirkan ambruk dan mengenai siswa,” katanya.

Selain itu, pembangunan dilakukan karena SDN Paseseh 1 saat ini masih kekurangan 3 ruang kelas baru (RKB). Karena seharusnya sekolah ini memiliki 12 ruang kelas. Namun kenyataannya saat ini hanya tersedia 9 kelas.

“Ruangannya harusnya ada 12, terus kekurangan 3 kelas. Akhirnya kami mengajukan permohonan ke Dinas Pendidikan dan dikabulkan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s