IMG-20160426-00593Wartaagro.com – Happy Koffie merupakan kopi premium tanpa campuran yang didatangkan langsung dari berbagai daerah penghasil kopi di seluruh nusantara. Sementara ini, Happy Koffie memasarkan kopi jenis arabika, liberika, dan robusta.

Karena produk yang ditawarkan berkualitas bagus, Happy Koffie menyasar berbagai segmen yang ingin tahu seperti kemurnian dan kenikmatan kopi nusantara, yang dioleh melalui beberapa metode dan profil roasting.

Sejak diperkenalkan pada 18 April 2016, permintaan Happy Koffie terus meningkat. Produk berkemasan 110 gram, 250 gram, dan 500 gram, ini digemari tidak hanya peorangan, tapi juga memasok untuk perkantoran, restoran, kafe, hingga warung kopi.

Happy Koffie menyediakan, green beans, roast bean (sangrai), dan powder (bubuk). Bagi Anda yang ingon tahu seperti apa produk Happy Koffie, bisa memesannya di 081231224497 atau cipta_alamterpadu[at]yahoo.com.

Komisi D DPR Bangkalan meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan untuk segera mengusulkan Peraturan Bupati (Perbup), agar Peraturan Daerah (Perda) Tentang Madrasah Diniyah (Madin) yang disahkan pada Selasa, 15 Desember 2015 bisa dilaksanakan.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Drs Hosyan Muhammad SH, berharap agar Diknas berkoordinasi dengan Bupati agar dibuatkan Pergub. Setelah Diknas mengusulkan, nantinya akan dibawa ke DPRD untuk diparipurnakan.
“Tugas kami memparipurnakan Perda. Untuk Perbup diserahkan ke SPKD terkait, lalu SPKD koordinasi dengan Bupati. Bupati harus buat Perbup,” katanya.

Dia berharap, keinginannya untuk membangun pendidikan di Bangkalan lebih Baca entri selengkapnya »

Kekurangan jumlah guru masih merupakan kendala terbesar yang dihadapi pendidikan di Bangkalan. Selain rendahnya pemerataan guru Sekolah Dasar (SD) di pelosok, Kabupaten Bangkalan juga masih kekurangan guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Seperti yang dialami SDN Togubang 2. Di sekolah yang terletak di Desa Tugubang ini, jumlah guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) hanya 1 orang, selebihnya adalah guru honorer.
“Guru PNS hanya kepala sekolah saja, sedangkan guru yang lain hanya honorer,” kata Staf guru SDN Togubang 2, Nurhidayat.

Idealnya, setiap SD dengan enam kelas memiliki 10 tenaga pendidik dan Baca entri selengkapnya »

IMG-20160128-00120Banyaknya gedung sekolah dasar (SD) di sejumlah Kecamatan Kabupaten Bangkalan memantik reaksi dari kalangan dewan. Dewan mamandang, tanpa gedung yang memadai proses belajar siswa kurang efektif, dan akan menganggu konsentrasi siswa.

Maka dari itu, Komisi D DPRD Bangkalan akan memperjuangkan bantuan untuk perbaikan sekolah-sekolah yang rusak di Kabupaten Bangkalan. Sekretaris Komisi D DPRD Bangkalan, H Muhlas mengatakan, beberapa sekolah yang bangunannya rusak akan didata, dan kemudian diusahakan mendapatkan bantuan.

Dia meminta sebaiknya pihak sekolah membuat proposal, kemudian disampaikan ke Dinas Pendidikan. Proposal tersebut nantinya akan disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi D. Sehingga pihaknya akan memperjuangkan hal itu.

Untuk anggarannya, bisa diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang memang Baca entri selengkapnya »

Langkah Bangkalan untuk menyaingi daerah lain dalam potensi wisata terus diupayakan. Melalui Komisi D DPRD Bangkalan, potensi wisatadi Bangkalan akan segera ditingkatkan dengan Perda.

Saat ini, Perda Inisiatif Pariwisata sedang dibahas di tingkat dewan. Menurut Wakil Ketua DPRD Bangkalan, Wakil Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Mukaffi Anwar, Perda Inisiatif Pariwisata dilbahas setelah DPRD sukses mengesahkan Perda tentang madrasah diniyah (Madin) pada Selasa (15/12/2015) lalu.
“Setelah Komisi D sukses dengan Perda Inisiatif Pendidikan dan sudah Baca entri selengkapnya »

Kekurangan siswa sekarang ini masih menjadi momok bagi pendidikan dasar di negeri ini. Contohnya adalah SDN Lang Panggang 1 dan SDN Lang Panggang 2 yang berada di Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan.
Jumlah siswa SDN Lang Panggang 1 jika ditotal dari kelas I – VI sebanyak 40 siswa, sementara SD Langgang 2 jumlahnya cuma 42 orang. Akibatnya pada tahun lalu, dua sekolah ini terpaksa digrouping (digabung), dan namanya diubah menjadi SDN Lang Panggang dengan jumah siswa menjadi 82 orang.

Kondisi lebih ironi dialami SDN Modung 2. Karena jumlah siswanya hanya 30 orang, SDN ini kemudian dihapus. Siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut dibebaskan untuk memilih SD lain di wilayah UPT Disdik Modung.

Bagaimana nasib gurunya? Guru yang sebelumnya mengajar di SD tersebut Baca entri selengkapnya »

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mewajibkan para siswa untuk membaca buku minimal 15 menit sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah setiap hari. Kegiatan ini merupakan salah satu yang akan dilakukan dalam menerapkan program Penumbuhan Budi Pekerti (PBP).

Anies mengatakan jenis buku yang akan dibaca siswa itu bebas. Kemendikbud menyerahkan penetapan ini kepada pihak sekolah terutama Kepala Sekolah (Kepsek). Hal yang terpenting, kata dia, buku itu harus pantas dan disukai oleh para siswa sesuai dengan tingkatannya.

Program membaca yang dimulai tahun pelajaran baru ini diharapkan bisa Baca entri selengkapnya »

Perasaan Ahmad Mujahid tampak riang setelah mendengar namanya disebut sebagai pemenang Juara II Lomba Pidato tingkat kabupaten belum lama ini. Ia tak menyangka, hasil belajar dan berlatihnya selama ini berbuah manis.

Walau demikian, ada satu yang ia sesali saat lomba tersebut. Yakni salah dalam menentukan tema pidato. Andaikan dari awal penitia memberikan informasi yang lengkap, kemungkinan besar ia akan menyabet juara I.

“Dari panitia informasi yang saya terima temanya bebas. Lalu juri bilang Baca entri selengkapnya »

Pada 25 Februari 2015 lalu, Rofiqoh, siswa SDN 1 Paseseh Kec Tanjungbumi Bangkalan mengharumkan batik Tanjung Bumi dengan menyabet juara harapan III lomba batik tingkat Provinsi Jawa Timur. Dengan prestasi itu, tidak salah jika Tanjungbumi diberi predikat sebagai sentra kerajinan batik di Madura.

Hanya butuh waktu 2 jam bagi Rofiqoh untuk mendesain batik asli Tanjungbumi. Hasilnya, juripun dibuat kagum. Rofiqoh mengaku senang dengan penghargaan yang diraihnya itu, mengingat di desanya membatik sudah menjadi mata pencaharian.

Rofiqoh menjelaskan, dalam lomba membatik, dirinya membuat karya yang tak jauh dari karasteristik dari Batik Tanjung Bumi. Ketika ditanya sejak kapan mulai membatik, dirinya Baca entri selengkapnya »

Siswa SDN Kemayoran I  bersama deretan piala

Siswa SDN Kemayoran I bersama deretan piala

Mendidik anak agar menjadi seseorang yang berprestasi adalah kewajiban guru dan orang tua. Tidak hanya berprestasi di sekolah dalam hal pelajaran saja, tetapi mendidik anak tentang kepribadian dengan menumbuhkan kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama juga tidak kalah pentingnya.

SDN I Kemayoran, Kec Bangkalan, punya cara tersendiri untuk memupuk kepedulian sosial sejak dini kepada para siswa/siswinya. Caranya, dengan membuat Program Tabung Peduli, yang mengelola hasil tabungan para siswa/siswi SDN Kemayoran I.

Kepala SDN Kemayoran I, Hj Nurhayati Eka, Mpd, menjelaskan, tujuan dari Baca entri selengkapnya »